SRINAGAR (Arrahmah.id) -- Setidaknya sembilan orang kehilangan nyawa dan lebih dari 30 lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan tumpukan bahan peledak sitaan di sebuah kantor polisi di Srinagar, yang merupakan kota utama di Kashmir yang dikuasai India.
Ledakan besar tersebut terjadi pada malam Jumat (14/11/2025) di kantor polisi kawasan Nowgam, di bagian selatan Srinagar. Proses identifikasi korban menjadi tantangan karena beberapa jenazah ditemukan dalam keadaan hangus, menurut informasi yang beredar.
"Ledakannya begitu kuat hingga potongan tubuh ditemukan di rumah-rumah warga sekitar, berjarak 100 hingga 200 meter dari kantor polisi," ungkap sumber tersebut, seperti yang dikutip Al Jazeera (15/11).
Kebanyakan dari korban tewas adalah anggota polisi dan petugas forensik yang tengah melakukan pemeriksaan terhadap tumpukan bahan peledak tersebut. Selain itu, dua pejabat pemerintah Srinagar juga dilaporkan meninggal. Dengan lima orang dalam kondisi kritis, diperkirakan jumlah kematian masih bisa meningkat.
"Bukan serangan teror. Polisi menyebut ini sebagai insiden yang sangat disayangkan," tulis Aditya Raj Kaul, editor eksekutif senior NDTV, dalam unggahannya di media sosial.
Ia menambahkan bahwa ledakan terjadi saat tim sedang memeriksa bahan-bahan peledak yang disimpan di kantor polisi.
Insiden yang tragis ini terjadi hanya beberapa hari setelah ledakan mobil yang mematikan di New Delhi pada hari Senin lalu, yang menewaskan sedikitnya 12 orang dekat Benteng Merah. Pejabat menyebut ledakan tersebut sebagai aksi teror, dan peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah polisi menangkap sejumlah tersangka serta menyita bahan peledak dan senapan serbu. (hanoum/arrahmah.id)
