Memuat...

Bukan Serangan Hamas! AS Ungkap Ledakan Rafah Akibat Buldoser 'Israel'

Zarah Amala
Senin, 20 Oktober 2025 / 29 Rabiulakhir 1447 07:51
Bukan Serangan Hamas! AS Ungkap Ledakan Rafah Akibat Buldoser 'Israel'
Permainan kotor Netanyahu: manipulasi Ledakan Rafah untuk tutup bantuan Gaza (QNN)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Gedung Putih dan Pentagon dilaporkan mengetahui bahwa ledakan di Rafah disebabkan oleh buldoser pemukim 'Israel' yang menabrak bahan peledak yang belum meledak (UXO),  bukan oleh serangan dari pejuang Hamas, seperti yang diklaim oleh Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu.

Menurut jurnalis Ryan Grim dari Drop Site, pejabat Amerika Serikat menerima laporan segera setelah ledakan terjadi bahwa insiden itu berasal dari buldoser yang dioperasikan oleh pemukim 'Israel', yang tanpa sengaja memicu UXO, bukan akibat operasi Hamas.

Namun, meskipun sudah mengetahui fakta tersebut, Netanyahu secara terbuka menuduh Hamas dan mengumumkan bahwa ia akan memblokir seluruh bantuan masuk ke Gaza sebagai respons atas ledakan itu.

Sumber yang dikutip Grim menyebutkan bahwa setelah pemerintah AS mengonfrontasi 'Israel' dengan temuan mereka, Netanyahu akhirnya berbalik arah dan menyatakan bahwa penyeberangan bantuan akan dibuka kembali dalam hitungan jam. Pentagon pun dikabarkan menyimpulkan hal yang sama dengan Gedung Putih.

Jurnalis Curt Mills dari The American Conservative mengutip seorang pejabat senior pemerintahan AS yang membenarkan temuan tersebut:

“Hamas tidak melakukan apa pun. Sebuah tank Israel menghantam bahan peledak rakitan (IED) yang kemungkinan sudah ada di sana selama berbulan-bulan.”

Pengungkapan ini menambah ketegangan pada situasi Gaza yang sudah rapuh. Setelah ledakan terjadi, 'Israel' melancarkan serangan udara besar-besaran ke seluruh Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 32 warga sipil, termasuk seorang jurnalis, dalam upaya membenarkan eskalasi militer baru.

Pengamat mengatakan bahwa 'Israel' tampaknya berusaha memprovokasi putaran perang baru meskipun gencatan senjata yang ditandatangani di Sharm el-Sheikh masih berlaku sejak awal bulan ini.

Serangan terbaru yang menargetkan kawasan sipil memunculkan kekhawatiran bahwa 'Israel' sengaja berupaya menggagalkan perjanjian gencatan senjata dan mempertahankan tekanan militernya terhadap Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)