MAKASSAR (Arrahmah.id) - Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Dr. K.H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc., MA, menyerukan kebangkitan kepedulian umat Islam terhadap penderitaan rakyat Gaza, Palestina, menjelang bulan suci Ramadan 1447 H.
Seruan itu disampaikan dalam acara “Ramadhan di Gaza” yang digelar di Masjid Anas bin Malik IAI STIBA Makassar, Ahad (15/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Zaitun mengajak masyarakat Indonesia dan dunia untuk tidak tinggal diam melihat krisis kemanusiaan yang terus berlangsung.
“Bangkitlah dan berbuat untuk Gaza, dengan segala kelemahan dan kekurangan kita, mari bangkit sedikit. Kalau masih ada rasa malu di hati dan rasa iman di dada. Sumbangkan yang terbaik dari kita masing-masing,” seru Zaitun.
Menurutnya, penderitaan rakyat Gaza belum berakhir. Agresi dan pelanggaran masih terus terjadi, meninggalkan luka kemanusiaan yang semakin dalam.
Data terbaru mencatat sebanyak 72.063 orang meninggal dunia dan 171.726 lainnya mengalami luka-luka. Ratusan jenazah dilaporkan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Bahkan sejak gencatan senjata 11 Oktober, tercatat 603 orang kembali meninggal dunia akibat pelanggaran yang terjadi. Sebanyak 1.618 orang terluka, sementara 726 jenazah korban hilang baru ditemukan.
Di tengah keterbatasan akses bantuan dan krisis berkepanjangan, masyarakat Gaza kini juga menghadapi ancaman kelaparan massal.
Kondisi tersebut kian memprihatinkan saat dunia Islam bersiap menyambut Ramadan.
Ramadan tahun ini, banyak warga Gaza masih bertahan hidup di tenda-tenda pengungsian dengan segala keterbatasan. Ketika sebagian umat Islam menyiapkan hidangan sahur dan berbuka, sebagian lainnya bahkan kesulitan memperoleh makanan pokok.
“Sekarang sudah mau masuk Ramadan, saudara-saudara kita dalam keadaan menderita dan dalam keadaan yang sulit. Menderita secara kemanusiaan, walaupun jiwa-jiwa mereka mulia dan mereka dalam keadaan izzah. Tapi kita sebagai saudaranya tidak boleh membiarkan mereka dalam keadaan itu,” ujarnya.
Zaitun, yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Ukhuwah di Majelis Ulama Indonesia, menegaskan pentingnya persatuan umat dan penguatan solidaritas terhadap Palestina.
Sebagai langkah konkret, Wahdah Islamiyah bersama Komite Solidaritas Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat terus menggalakkan program bantuan kemanusiaan.
Program tersebut meliputi Dapur Umum, distribusi paket sembako dan buah, pembangunan kembali masjid yang runtuh, serta penyediaan paket iftar dan sahur selama Ramadan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban rakyat Gaza sekaligus menjadi wujud nyata solidaritas umat Islam.
Masyarakat pun diimbau menyalurkan donasi melalui lembaga kemanusiaan yang kredibel dan amanah agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
(ameera/arrahmah.id)
