WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), menerima sambutan mewah dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa (18/11/2025) waktu setempat. Pada kunjungan pertama MBS ke AS sejak kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tahun 2018 lalu, MBS melontarkan pernyataan yang menjadi perhatian publik.
Dilansir The Times of Israel (18/11/2025), mengutip seorang pejabat yang mengetahui detailnya, MBS memberi tahu Trump, "Ya untuk normalisasi dengan 'Israel', tetapi tidak sekarang."
MBS akan mengatakan bahwa normalisasi merupakan tujuan strategis bagi Arab Saudi, tetapi kondisinya tidak tepat, lapor jaringan tersebut.
MBS juga memiliki agenda mengupayakan jaminan keamanan AS setelah serangan Israel terhadap Qatar, sekutu dekat AS, pada September lalu mengguncang kawasan Teluk. Selain mengincar jet tempur siluman F-35, Riyadh juga berniat membeli sistem pertahanan udara dan rudal canggih AS.
Namun, Saudi dinilai kemungkinan besar tidak akan menyetujui normalisasi dengan Israel pada tahap ini. Potensi langkah Riyadh menuju normalisasi dengan Tel Aviv, dengan imbalan jaminan keamanan dan energi tertunda setelah perang Gaza berkecamuk tahun 2023 lalu.
Saudi tampaknya tidak ingin mengalah tanpa adanya kemajuan dalam upaya internasionalnya untuk pembentukan negara Palestina. (hanoum/arrahmah.id)
