Memuat...

Dipaksa Shalat di Tempat Kencing, Ulama Mesir Lakukan Mogok Makan di Penjara

Hanoum
Sabtu, 22 November 2025 / 2 Jumadilakhir 1447 05:44
Dipaksa Shalat di Tempat Kencing, Ulama Mesir Lakukan Mogok Makan di Penjara
Mahmoud Shaaban. [Foto: X]

KAIRO (Arrahmah.id) -- Ulama Mesir dan mantan profesor Universitas Al-Azhar, Dr. Mahmoud Shaaban, telah menyatakan mogok makan sebagai protes atas perlakuan buruk di penjara.

Pesan yang beredar menunjukkan, seperti dilansir Rassd News (21/11/2025) bahwa Shaaban ditahan di sel isolasi dan telah mengalami perlakuan yang merendahkan, termasuk dilarang shalat di tempat yang bersih, emua perlengkapan kebersihan telah dikeluarkan dari selnya, dan dipaksa buang air di tempat yang sama di mana ia tidur dan shalat.

Akibat perlakuan buruk itu, selama 14 hari terkahir Shaaban menyatakan bahwa ia telah melakukan mogok makan terbuka sebagai protes atas apa yang ia gambarkan sebagai penghinaan yang disengaja terhadap martabat agama dan kemanusiaannya.

Shaaban telah menyatakan mogok makan untuk mempertahankan martabat, keyakinan, dan memprotes praktik yang melanggar hak asasi manusia.

Sebelumnya, Pengadilan Pidana Kairo telah menjatuhkan hukuman kepada Shaaban atas tuduhan "menghasut kekerasan terhadap negara dan bergabung dengan kelompok teroris." Pengadilan menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara setelah masa penahanan yang diduga di mana ia mengalami penyiksaan dan penganiayaan.

Pihak berwenang Mesir menuduh Shaaban bergabung dengan Tentara Pembebasan di Suriah, yang di Mesir dicap sebagai organisasi teroris yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya.

Selama di penjara, Shaaban beberapa kali melakukan mogok makan karena banyak pelanggaran sejak penangkapannya pada tahun 2019, termasuk penganiayaan fisik dan psikologis melalui pemukulan, pelemparan kotoran ke wajahnya, dan umpatan yang paling kasar.

Dalam suratnya, Shaaban mengungkap praktik-praktik mengejutkan yang dilakukan terhadapnya oleh seorang petugas bernama Issam Al-Alfi, dan terhadap tahanan lainnya, termasuk ucapannya kepada salah seorang tahanan: “Ketika kamu bertemu Tuhanmu, biarkan Dia meneleponku.” (hanoum/arrahmah.id)