SOMALILAND (Arrahmah.id) -- Kementerian Luar Negeri Republik Somaliland membantah kabar bahwa pemerintahnya setuju untuk menampung pengungsi Palestina dan pendirian pangkalan militer 'Israel' sebagai imbalan atas pengakuan Israel.
Sebelumnya, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera mengatakan berdasarkan informasi intelijen pihaknya, 'Israel' sepakat mengakui Somaliland dengan tiga syarat.
Ketiga syarat itu adalah Somaliland akan menjadi pemukiman warga Palestina, pendirian pangkalan militer di Teluk Aden, serta kepatuhan terhadap Perjanjian Abraham terkait normalisasi hubungan dengan 'Israel'.
Lewat pernyataan resmi di media sosial, Kementerian Luar Negeri Somaliland membantah semua pernyataan Hassan.
"Pemerintah Republik Somaliland dengan tegas menolak klaim palsu yang disampaikan Presiden Somalia terkait dugaan pemukiman kembali warga Palestina atau pendirian pangkalan militer di Somaliland," demikian pernyataan Kemlu Somaliland melalui akun X, seperti dikutip dari Al Jazeera (2/2/2026).
Kementerian Luar Negeri Somaliland menegaskan hubungan Somaliland dengan 'Israel' murni bersifat diplomatik dan dijalankan sesuai dengan hukum internasional.
Sementara itu lembaga penyiaran publik 'Israel', Kan, melaporkan Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdilahi berencana mengunjungi 'Israel' pada bulan ini dan akan mengumumkan bergabungnya negara itu dalam Perjanjian Abraham.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejumlah perjanjian bilateral tambahan juga direncanakan untuk ditandatangani di berbagai bidang, termasuk pertanian, pertambangan dan minyak, keamanan, infrastruktur, serta pariwisata.
Motif 'Israel' yang tiba-tiba mengakui Somaliland masih belum jelas hingga saat ini. Namun, para analis menyakini dikarenakan posisi strategis wilayah Somaliland di gerbang Laut Merah untuk menghadapi kelompok Houthi. (hanoum/arrahmah.id)
