Memuat...

Eskalasi Baru! 'Israel' Hantam Sejumlah Lokasi Strategis di Hodeidah, Yaman

Zarah Amala
Senin, 7 Juli 2025 / 12 Muharam 1447 06:36
Eskalasi Baru! 'Israel' Hantam Sejumlah Lokasi Strategis di Hodeidah, Yaman
'Israel' bom beberapa titik di Hodeidah (media sosial)

SANAA (Arrahmah.net) – Angkatan Udara 'Israel' melancarkan serangan udara ke kota Hodeidah, Yaman, pada Ahad (6/7), dengan menargetkan infrastruktur di pelabuhan dan fasilitas energi, menurut laporan Radio Militer 'Israel'. Serangan ini dilakukan dalam operasi yang disebut "Bendera Hitam", menyusul tudingan 'Israel' atas aktivitas militer kelompok Houtsi di wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan 'Israel', Yisrael Katz menyatakan bahwa serangan itu menghantam “target-target teroris” di Pelabuhan al-Hodeidah, Shalif, dan Ras Isa, serta stasiun listrik Ras Kathib. Katz juga mengklaim 'Israel' menyerang kapal Galaxy Leader, yang menurutnya “diculik oleh Houtsi dua tahun lalu dan digunakan untuk aktivitas teroris”.

Katz memperingatkan Houtsi (Ansarullah), akan membayar harga mahal, dengan menyatakan, “Hukum di Yaman sama dengan hukum di Teheran. Siapa pun yang mencoba menyakiti 'Israel' akan disakiti. Siapa yang mengangkat tangan pada kami, tangannya akan dipotong.”

Tentara 'Israel' mengatakan serangan dilakukan oleh pesawat tempur dan kapal angkatan laut dengan dukungan intelijen, dan sekitar 20 roket diluncurkan ke wilayah Hodeidah. Juru bicara militer 'Israel' Avichay Adraee mengumumkan evakuasi wajib di tiga pelabuhan Yaman: Hodeidah, Ras Isa, dan Shalif, serta di fasilitas listrik utama Ras Kathib.

“Demi keselamatan Anda, kami mendesak semua yang berada di area tersebut dan kapal-kapal di dekatnya untuk segera mengosongkan lokasi,” ujar Adraee.

Respons Houtsi: "Kami Menangkis Agresi"

Media yang berafiliasi dengan kelompok Houtsi menyatakan bahwa serangan 'Israel' merupakan bentuk agresi terhadap kedaulatan Yaman. Juru bicara militer Houtsi mengatakan bahwa pertahanan udara mereka “berhasil memaksa sebagian besar formasi musuh mundur” menggunakan rudal darat ke udara buatan lokal.

Kelompok Houtsi juga melaporkan bahwa serangan menargetkan infrastruktur penting, termasuk pelabuhan dan pembangkit listrik, namun menyatakan bahwa pertahanan mereka mampu merespons secara efektif.

Seorang anggota Dewan Politik Tertinggi Ansarullah menyatakan bahwa serangan 'Israel' tidak akan melemahkan dukungan rakyat Yaman terhadap Gaza. “Semakin musuh menyerang kami, semakin kuat tekad rakyat kami untuk membela Gaza,” ujarnya.

Serangan Laut Merah dan Ketegangan Global

Di hari yang sama, otoritas maritim Inggris dan perusahaan keamanan laut Ambrey melaporkan bahwa sebuah kapal dagang diserang oleh delapan kapal kecil bersenjata di Laut Merah, sekitar 94 kilometer barat daya Pelabuhan Hodeidah. Penyerang menembakkan senjata ringan dan roket ke arah kapal tersebut.

Sejak November 2023, Houtsi telah melancarkan lebih dari 100 serangan terhadap kapal dagang di Laut Merah, menyebabkan tenggelamnya dua kapal, perebutan satu kapal, dan kematian sedikitnya empat pelaut.

Serangan tersebut memaksa banyak perusahaan pelayaran global menghindari rute Laut Merah dan Terusan Suez, jalur penting yang mengangkut sekitar 12% perdagangan maritim dunia.

Sejak awal 2024, AS telah melancarkan beberapa serangan udara terhadap posisi Houtsi. Namun pada Mei lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian operasi militer di Yaman setelah tercapainya kesepakatan tidak resmi yang dimediasi Oman. Kesepakatan tersebut mencakup komitmen kedua pihak untuk tidak menyerang satu sama lain, termasuk menjamin keselamatan kapal-kapal AS di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb. (zarahamala/arrahmah.id)