Memuat...

F-35 untuk Normalisasi, Axios Ungkap Syarat 'Israel' Terkait Kesepakatan AS-Saudi

Zarah Amala
Senin, 17 November 2025 / 27 Jumadilawal 1447 10:45
F-35 untuk Normalisasi, Axios Ungkap Syarat 'Israel' Terkait Kesepakatan AS-Saudi
Presiden AS Donald Trump dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman. (Foto: rekaman video)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - 'Israel' secara diam-diam telah memberi tahu pemerintahan Trump bahwa mereka tidak menentang rencana penjualan jet tempur canggih F-35 oleh Amerika Serikat kepada Arab Saudi, namun hanya jika kesepakatan itu disyaratkan pada normalisasi diplomatik penuh antara Saudi dan 'Israel'. Hal ini dilaporkan oleh media AS, Axios, pada Ahad (16/11/2025), mengutip dua pejabat senior 'Israel'.

Menurut laporan tersebut, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa (18/11). Kesepakatan F-35, pakta pertahanan AS-Saudi yang diusulkan, serta dorongan Washington untuk mendorong normalisasi Saudi-'Israel' disebut akan menjadi agenda utama pembahasan.

Axios juga melaporkan bahwa Trump memberi tahu putra mahkota dalam percakapan telepon bulan lalu bahwa, dengan apa yang ia sebut sebagai perang Gaza yang “akan segera berakhir”, Washington mengharapkan Arab Saudi bergerak menuju normalisasi diplomatik dengan 'Israel'.

Pada Jumat lalu (14/11), dalam keterangannya kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One, Trump mengatakan bahwa ia berencana membahas isu tersebut dengan pemimpin Saudi itu. “Saya berharap Arab Saudi akan segera bergabung dalam Abraham Accords,” katanya seperti dikutip Axios.

Di balik layar, para pejabat 'Israel' dilaporkan mengatakan kepada Axios bahwa persetujuan 'Israel' terhadap transfer senjata canggih tersebut sepenuhnya bergantung pada diperolehnya konsesi politik dari Riyadh.

Salah satu pejabat menyatakan: “Kami mengatakan kepada pemerintahan Trump bahwa pemberian F-35 kepada Arab Saudi harus disertai dengan normalisasi Saudi dengan 'Israel'.” Pejabat itu menambahkan bahwa mengizinkan pengiriman jet tersebut tanpa memperoleh komitmen politik dari Saudi akan menjadi “kesalahan dan tidak produktif”.

Pejabat 'Israel' lainnya juga mengulangi posisi tersebut, dan mencoba membingkai isu ini sebagai bagian dari aliansi militer regional yang lebih luas.

“Tidak seperti pemberian F-35 kepada Turki yang kami tolak keras, kami kurang khawatir dengan sistem persenjataan seperti ini di Arab Saudi jika itu menjadi bagian dari kerja sama keamanan regional dalam kerangka Abraham Accords, seperti yang kami miliki dengan Uni Emirat Arab,” ujar pejabat itu.

Saat ini 'Israel' tetap menjadi satu-satunya negara di kawasan yang mengoperasikan F-35, platform yang dirancang untuk memastikan keunggulan teknologi yang sangat dominan. Akuisisi Saudi akan menggeser keseimbangan regional dan menimbulkan pertanyaan mengenai klaim lama Washington bahwa Amerika harus mempertahankan apa yang disebut sebagai “keunggulan militer kualitatif” 'Israel'.

'Israel' sebelumnya telah menyetujui transfer F-35 kepada Uni Emirat Arab sebagai bagian dari Abraham Accords 2020, meski penjualan itu hingga kini tertunda karena ketidaksediaan pemerintahan Biden untuk menyetujui kapabilitas tanpa batasan.

Jika penjualan kepada Saudi bergerak maju, para pejabat 'Israel' diperkirakan akan menuntut pembatasan serupa, termasuk syarat lokasi penempatan jet. Salah satu pejabat dilaporkan menyampaikan kekhawatiran mengenai kedekatan geografis, dengan mengatakan: “Hanya butuh beberapa menit bagi F-35 untuk terbang dari Arab Saudi ke 'Israel'.” (zarahamala/arrahmah.id)