Memuat...

Gaza Makamkan 15 Jenazah Tak Teridentifikasi yang Dikembalikan 'Israel', Banyak dalam Kondisi Membusuk dan Terikat

Zarah Amala
Selasa, 2 Desember 2025 / 12 Jumadilakhir 1447 10:15
Gaza Makamkan 15 Jenazah Tak Teridentifikasi yang Dikembalikan 'Israel', Banyak dalam Kondisi Membusuk dan Terikat
Ratusan jenazah tiba di Gaza, dengan tanda-tanda penyiksaan yang jelas, serta luka tembak di dada dan kepala. (Foto: via QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Kementerian Kesehatan Gaza pada Senin (1/12/2025) memutuskan untuk memakamkan 15 jenazah warga Palestina yang tidak teridentifikasi dan sebelumnya ditahan oleh otoritas pendudukan 'Israel', setelah upaya identifikasi resmi dinyatakan mustahil, demikian dilaporkan Al Jazeera Arabic.

'Israel' sejauh ini telah menyerahkan 345 jenazah warga Palestina sebagai bagian dari pertukaran tahanan yang diatur dalam perjanjian gencatan senjata Gaza, yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Kementerian Kesehatan Gaza baru berhasil mengidentifikasi 99 jenazah dari jumlah tersebut.

Menurut para pejabat Palestina, banyak jenazah yang diterima dalam keadaan tidak teridentifikasi, tanpa dokumen, dan dalam beberapa kasus dalam kondisi membusuk. Mereka juga mengatakan 'Israel' sering menahan nama, tanggal, serta penyebab kematian, sehingga menyulitkan proses identifikasi oleh keluarga.

Kementerian sebelumnya telah meluncurkan platform daring berisi foto-foto terpilih dari jenazah para tahanan, dengan tetap menjaga martabat mereka, untuk memberi kesempatan kepada keluarga mengenali kerabat yang hilang.

Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa sejumlah jenazah menunjukkan luka tembak di dada dan kepala, sementara lainnya memiliki luka serpihan atau osteomielitis di tubuh dan anggota badan.

Dalam salah satu kasus, seorang perempuan berhasil mengenali jenazah suaminya dari cincin pernikahan yang masih melingkar di tangannya.

Departemen forensik Gaza sebelumnya menyatakan bahwa sebagian besar jenazah yang dikembalikan 'Israel' dalam keadaan ditutup mata dan terikat, menunjukkan bukti penyiksaan dan eksekusi sebelum kematian.

Dugaan Pengambilan Organ

Ahli bedah Inggris-Palestina ternama, Dr. Ghassan Abu Sitta, mengatakan bahwa jenazah-jenazah warga Palestina yang baru-baru ini dikembalikan 'Israel' menunjukkan indikasi kuat terjadinya pengambilan organ.

“Jenazah terlihat jelas bahwa paru-paru, jantung, ginjal, dan hati diangkat secara bedah, dengan teknik profesional menggunakan gergaji tulang tajam tanpa merusak jaringan sekitar,” ujarnya kepada Al Jazeera Arabic bulan lalu.

Kesimpulannya didasarkan pada foto-foto jenazah yang diterima Kementerian Kesehatan dari tentara 'Israel'.

Ia menambahkan bahwa tubuh jenazah juga menunjukkan luka bakar nitrogen cair, tanpa cedera lain. Nitrogen cair biasanya digunakan untuk mencegah kerusakan jaringan. Menurutnya, kecil kemungkinan organ-organ itu diambil setelah korban meninggal.

“Semua jenazah ini adalah milik warga Palestina yang, menurut keluarga mereka, ditahan dalam keadaan hidup. Semua ini sangat mengindikasikan adanya pengambilan organ,” katanya, seraya menegaskan bahwa “setiap organ diangkat seolah siap untuk transplantasi.”

Kematian dalam Tahanan

Laporan lembaga Physicians for Human Rights Israel (PHRI) awal bulan ini mengungkap bahwa setidaknya 98 warga Palestina meninggal dalam tahanan 'Israel' sejak 7 Oktober 2023.

Laporan setebal 28 halaman berjudul “Deaths of Palestinians in Israeli Custody: Enforced Disappearances, Systematic Killings and Cover-Ups” itu menyebut adanya pola pelanggaran HAM sistematis terhadap tahanan Palestina yang diklasifikasikan 'Israel' sebagai “tahanan keamanan”. Tindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kebijakan resmi yang diterapkan otoritas Israel sejak Oktober 2023.

Kementerian Kesehatan Gaza pada Senin mengumumkan bahwa jumlah korban gugur dalam agresi genosida 'Israel' telah mencapai 70.112 orang, dengan 170.986 terluka sejak 7 Oktober 2023.

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober lalu, 'Israel' masih membunuh 356 warga Palestina. (zarahamala/arrahmah.id)