HUDAYDAH (Arrahmah.id) - Militer pendudukan "Israel" melancarkan serangan udara pada Senin (21/7/2025) terhadap sasaran-sasaran Houtsi di Pelabuhan Hudaydah di Yaman barat.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengklaim bahwa serangan itu diluncurkan untuk mencegah "setiap upaya membangun kembali infrastruktur teror yang telah diserang sebelumnya."
"Yaman akan diperlakukan seperti Teheran. Houtsi akan membayar mahal atas penembakan rudal ke 'Israel'," klaimnya.
Militer "Israel" mengatakan telah menghancurkan infrastruktur militer Houtsi di pelabuhan Hudaydah, yang diklaim Tel Aviv digunakan untuk pengiriman senjata dari Iran dan melakukan operasi melawan "Israel".
Sebuah pernyataan militer mengatakan serangan itu menargetkan kendaraan-kendaraan teknik yang digunakan untuk membangun kembali, selain kontainer bahan bakar, kapal angkatan laut, dan senjata.
Al-Masirah TV yang dikelola Houti mengonfirmasi serangan "Israel" tersebut, tanpa memberikan rincian apa pun tentang cedera atau kerusakan.
Serangan pada Senin merupakan gelombang ke-12 serangan "Israel" terhadap Yaman sejak pecahnya perang Gaza pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut dilakukan setelah "Israel" membunuh 93 warga Gaza dan melukai 100 lainnya.
Houtsi telah mengintensifkan serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap "Israel" sejak pasukan "Israel" melanjutkan serangan di Jalur Gaza pada bulan Maret setelah dua bulan gencatan senjata yang goyah.
Sejak November 2023, kelompok tersebut juga telah menargetkan pelayaran komersial di Laut Merah, Teluk Aden, dan Laut Arab untuk mendukung warga Palestina di Gaza, di mana hampir 59.000 korban tewas dalam serangan gencar "Israel". (haninmazaya/arrahmah.id)
