Memuat...

Halal-GPT: Perusahaan AI Asal Saudi, Humain, Meluncurkan Chatbot Berbahasa Arab

Zarah Amala
Rabu, 27 Agustus 2025 / 4 Rabiulawal 1447 10:30
Halal-GPT: Perusahaan AI Asal Saudi, Humain, Meluncurkan Chatbot Berbahasa Arab
Para tamu menghadiri KTT AI Global 2020 di Riyadh pada 21 Oktober 2020. [Getty]

GAZA (Arrahmah.id) - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Arab Saudi, Humain, pada Senin (25/8/2025) meluncurkan sebuah chatbot berbahasa Arab yang disebut benar-benar “fasih dalam budaya, nilai, dan warisan Islam”.

Chatbot bernama Humain Chat ini ditenagai oleh model bahasa besar milik perusahaan, Allam, yang dilatih dengan salah satu kumpulan data berbahasa Arab terbesar yang pernah ada, menurut pernyataan resmi perusahaan.

Layanan ini pertama kali akan tersedia di Arab Saudi, sebelum diperluas ke seluruh Timur Tengah dan akhirnya ke berbagai belahan dunia.

Untuk saat ini, Humain Chat mendukung percakapan dwibahasa dalam bahasa Arab dan Inggris, serta mampu memahami sejumlah dialek sehari-hari, termasuk dialek Mesir dan Lebanon.

Menurut Humain, model Allam dilatih menggunakan data yang “selaras secara mendalam dengan nuansa Islam, Timur Tengah, dan budaya setempat”.

Langkah ini mirip dengan chatbot global terkemuka seperti ChatGPT milik OpenAI, yang pengembangnya menyatakan bahwa produk mereka dibangun agar selaras dengan nilai-nilai Barat.

Peluncuran Humain Chat datang di tengah perlombaan antara startup dan perusahaan milik negara di kawasan Teluk yang ingin menjadi pemain utama dalam teknologi AI yang masih berkembang ini.

Humain sendiri dimiliki oleh Sovereign Wealth Fund (Dana Kekayaan Negara) Saudi. Perusahaan ini bersaing langsung dengan model bahasa besar lain yang diluncurkan awal tahun ini oleh lembaga riset pemerintah Abu Dhabi, yakni Falcon Arabic.

Perusahaan Humain pertama kali diumumkan sehari sebelum kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Saudi pada Mei lalu, saat kerajaan itu menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan perusahaan teknologi Amerika untuk membangun infrastruktur AI di dalam negeri.

Dominasi bahasa Inggris dalam industri AI global telah membuka peluang bagi perusahaan di kawasan untuk mengembangkan aplikasi AI yang dapat memberikan layanan asli bagi 380 juta penutur bahasa Arab di dunia.

Meski chatbot global terkemuka mampu menerjemahkan, namun mayoritas tetap berfokus pada bahasa Inggris karena dilatih dengan dataset berbahasa Inggris.

Di sisi lain, model seperti Allam dan Falcon dinilai mampu menghasilkan keluaran yang lebih rinci dalam bahasa Arab dibandingkan algoritma paling canggih yang ditawarkan ChatGPT, Google Gemini, maupun DeepSeek asal Tiongkok. (zarahamala/arrahmah.id)