Memuat...

Hamas Kembali Serahkan Jenazah Tiga Tahanan 'Israel' yang Ditemukan di Terowongan Gaza Selatan

Zarah Amala
Senin, 3 November 2025 / 13 Jumadilawal 1447 11:15
Hamas Kembali Serahkan Jenazah Tiga Tahanan 'Israel' yang Ditemukan di Terowongan Gaza Selatan
Hamas Kembali Serahkan Jenazah Tiga Tahanan 'Israel' yang Ditemukan di Terowongan Gaza Selatan

GAZA (Arrahmah.id) - Tentara pendudukan 'Israel' mengumumkan bahwa peti jenazah berisi tiga tentaranya telah tiba di 'Israel' pada Ahad malam (2/11/2025), beberapa saat setelah kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut diserahkan oleh Hamas melalui Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

Sebelumnya, Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan menyerahkan jenazah tiga tahanan 'Israel' yang ditemukan di dalam sebuah terowongan di Jalur Gaza bagian selatan.

Penyerahan itu, lanjut pernyataan tersebut, akan dilakukan pada pukul 20.00 waktu Gaza sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan yang masih berlangsung.

Perkembangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Hamas menyerahkan jenazah tiga warga 'Israel' lainnya, yang menurut media 'Israel' kemudian diketahui bukan termasuk dalam daftar orang hilang di Gaza.

Sementara itu, Korporasi Penyiaran 'Israel' (KAN) melaporkan bahwa perwakilan Hamas dan tim Palang Merah Internasional pada hari yang sama melakukan dua kunjungan lapangan, di Khan Yunis (selatan) dan di permukiman Shuja'iyya (utara), di dalam wilayah yang saat ini berada di bawah kendali militer 'Israel', untuk mencari sisa jenazah tawanan 'Israel'.

Laporan tersebut menyebut bahwa operasi tersebut telah mendapat izin dari pimpinan politik 'Israel'.

Menurut media penyiaran itu, 'Israel' telah bersiap menerima jenazah-jenazah tersebut pada malam hari dan tidak menganggap tindakan Hamas ini sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sedang berlaku ataupun terhadap ketentuan dalam kesepakatan pertukaran tahanan.

Tentara 'Israel' saat ini masih menguasai apa yang mereka sebut sebagai “garis kuning”, yaitu zona militer yang membentang di sekitar separuh wilayah Jalur Gaza, dari utara hingga pinggiran Rafah di selatan.

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober lalu, Hamas telah menyerahkan 20 tahanan 'Israel' yang masih hidup serta jenazah 19 lainnya.

Gerakan tersebut menyatakan bahwa proses pencarian jenazah tambahan akan memakan waktu, mengingat kerusakan besar-besaran yang disebabkan oleh perang.

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, sekitar 9.500 warga Palestina masih hilang di bawah reruntuhan akibat serangan 'Israel' yang berlangsung selama dua tahun, yang telah menewaskan lebih dari 68.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, melukai sekitar 170.000 lainnya, dan menghancurkan lebih dari 90% infrastruktur sipil di Jalur Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)