GAZA (Arrahmah.id) - Khalil al-Hayya, kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Jalur Gaza, menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan menerima upaya penghapusan dan akan terus berjuang untuk memperoleh hak-hak nasional mereka.
Berbicara pada Konferensi Nasional Arab di Beirut pada Jumat (7/11/2025), al-Hayya menekankan pentingnya menempuh langkah-langkah hukum untuk menuntut para pemimpin 'Israel' atas kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina.
Ia menyatakan bahwa Gaza “telah berdiri mewakili umat dan menghadapi penindasan,” sambil terus menyeru dunia Arab agar memberikan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina dan tujuan-tujuan sah mereka.
Menurut al-Hayya, Gaza saat ini “terluka dan berusaha pulih dari kehancuran,” namun tetap “tegar, sabar, dan bertekad.”
Ia menggambarkan kondisi kehidupan di Jalur Gaza, di mana warga terus mencari tempat berlindung, air bersih, roti, obat-obatan, dan ruang hidup di antara reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan.
Al-Hayya menegaskan bahwa penderitaan warga sipil menjadi alasan kuat untuk memastikan 'Israel' dan para pemimpinnya tetap berada “dalam lingkaran penuntutan hukum,” dan harus dihadapkan ke pengadilan internasional atas kejahatan perang di Gaza.
Menyoal Operasi “Banjir Al-Aqsa”, al-Hayya menjelaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap upaya-upaya untuk menyingkirkan isu Palestina dan membentuk ulang tatanan politik kawasan dengan mengorbankan hak-hak rakyat Palestina.
Ia menegaskan bahwa peristiwa 7 Oktober meneguhkan kenyataan bahwa keamanan dan stabilitas kawasan tidak akan terwujud tanpa pengakuan terhadap hak-hak rakyat Palestina, pendirian negara Palestina, pemulangan para pengungsi, serta hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.
Pejabat tinggi Hamas itu menambahkan bahwa peristiwa tersebut telah mengguncang narasi dominan dan mengembalikan “narasi yang sebenarnya,” yang menurutnya telah membangkitkan kembali kesadaran dunia terhadap perjuangan Palestina.
Al-Hayya menutup dengan menyerukan tanggung jawab historis komunitas regional dan internasional untuk menghentikan agresi 'Israel' dan membantu membangun kembali Gaza. Ia juga menekankan perlunya dukungan bersama bagi upaya rekonstruksi agar Gaza dapat melanjutkan jalan menuju kepulangan dan pembebasan. (zarahamala/arrahmah.id)
