GAZA (Arrahmah.id) -- Kelompok perlawanan Palestina Hamas berhasil mencari jenazah yang diduga warga 'Israel' dari sebuah terowongan hancur di Khan Younis, sebelum menyerahkannya ke Palang Merahpada Selasa (28/10/2025) malam.
Dilansir Al Jazeera (28/10), penemuan itu merupakan tindak lanjut pencarian jenazah para warga 'Israel' di wilayah Gaza yang sudah dilakukan sejak Senin (27/10).
Berdasarkan kesepakatan gecatan senjata yang difasilitasi oleh
Amerika Serikat (AS) dan mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 lalu, Hamas diwajibkan mengembalikan seluruh jenazah Israel secepat mungkin.
Sebagai ketidakseimbangannya, 'Israel' menyetujui pengembalian 15 jenazah warga Palestina untuk setiap satu sandera 'Israel'. Hingga
kini, Hamas telah mencerahkan 15 jenazah warga. Sementara 'Israel' telah mengembalikan 195 jenazah warga Palestina yang sebagian besar masih belum teridentifikasi.
Tahap berikutnya adalah perjanjian gencatan senjata yang mencakup upaya pemusnahan senjata Hamas serta menentukan pemerintahan pasca perang di Gaza yang masih dilanda kelaparan dan juga krisis kemanusiaan.
Sementara itu, tim Mesir yang dilengkapi dengan peralatan berat sudah masuk ke Gaza untuk membantu pencarian dan memperkuat kesepakatan gencatan senjata.
PBB terus mendesak Israel agar mempermudah masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza. (hanoum/arrahmah.id)
