SANAA (Arrahmah.id) - Kelompok Houtsi di Yaman mengumumkan pada Rabu malam (30/7/2025) bahwa mereka telah melancarkan tiga operasi militer dengan lima pesawat nirawak (drone) terhadap target-target 'Israel' di Tel Aviv, Ashkelon, dan Negev.
Dalam pernyataan yang disampaikan lewat siaran televisi, juru bicara militer Houtsi, Yahya Saree, mengatakan bahwa pasukan drone milik kelompok tersebut telah melakukan tiga serangan yang digambarkannya sebagai “operasi khusus” dengan menargetkan tiga lokasi berbeda di wilayah pendudukan 'Israel'.
Ia menjelaskan bahwa serangan pertama menargetkan “satu lokasi sensitif” (tidak dijelaskan lebih lanjut) di wilayah Jaffa (Tel Aviv) menggunakan dua drone. Serangan kedua menyasar satu target militer di wilayah Ashkelon (selatan Israel) juga dengan dua drone. Serangan ketiga mengenai satu target militer di kawasan Negev (wilayah selatan), dilakukan dengan satu drone.
Menurut Saree, ketiga operasi ini berhasil mencapai sasarannya, meski ia tidak membeberkan rincian hasil dari serangan tersebut. Houtsi menegaskan bahwa serangan terhadap 'Israel' akan terus berlanjut hingga agresi militer 'Israel' terhadap Gaza dihentikan, dan blokade atas Jalur Gaza dicabut.
Sebelumnya pada malam yang sama, pihak militer 'Israel' mengumumkan telah mencegat satu pesawat nirawak yang diluncurkan dari Yaman menuju wilayah 'Israel'.
Surat kabar 'Israel' Maariv melaporkan bahwa drone tersebut dicegat di atas wilayah Dewan Regional Eshkol, yang terletak di barat laut Negev, bagian selatan 'Israel'.
Serangan ini terjadi hanya satu hari setelah Houtsi mengklaim telah menembakkan rudal balistik hipersonik tipe “Palestine 2” ke arah Bandara Ben Gurion di dekat Tel Aviv, meskipun militer 'Israel' mengatakan telah berhasil mencegat rudal tersebut.
Sejak awal agresi 'Israel' terhadap Gaza pada 7 Oktober 2023, kelompok Houthi telah melakukan berbagai serangan terhadap 'Israel', termasuk serangan udara dengan drone dan rudal, serta serangan terhadap kapal-kapal yang terhubung dengan 'Israel' atau yang menuju pelabuhan 'Israel'.
Pada Ahad sebelumnya (27/7), Houtsi menyatakan bahwa mereka akan meningkatkan operasi militer lautnya terhadap 'Israel', dengan menargetkan semua kapal yang dimiliki oleh perusahaan yang berhubungan dengan pelabuhan 'Israel', tanpa memandang kebangsaan perusahaan tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap Gaza, yang sedang menghadapi perang genosida dan blokade brutal oleh 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)
