KABUL (Arrahmah.id) - Kementerian Luar Negeri Imarah Islam Afghanistan mengecam pembunuhan tiga pekerja Cina di Provinsi Khatlon, Tajikistan, dan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Cina dan Tajikistan.
Menurut kementerian, penilaian awal Imarah Islam menunjukkan bahwa serangan itu dilakukan oleh oknum-oknum yang ingin menciptakan kekacauan, ketidakstabilan, dan ketidakpercayaan di antara negara-negara di kawasan tersebut.
Kementerian juga memastikan kesiapannya untuk bekerja sama dan berbagi informasi guna mengidentifikasi pelaku insiden tersebut, lansir Tolo News (29/11/2025).
Zia Ahmad Takal, kepala hubungan masyarakat di Kementerian Luar Negeri, menyatakan: “Kementerian Luar Negeri Imarah Islam Afghanistan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Republik Rakyat Cina dan Republik Tajikistan atas insiden tragis yang menewaskan tiga warga negara Tiongkok di wilayah Shamsuddin Shaheen, Provinsi Khatlon, Tajikistan, dan mengutuk keras insiden tersebut. Berdasarkan penilaian awal dan informasi dari lembaga-lembaga terkait di Imarah Islam, serangan ini dilakukan oleh oknum-oknum yang berupaya menciptakan kekacauan, ketidakstabilan, dan ketidakpercayaan di antara negara-negara di kawasan tersebut.”
Sehari sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Tajikistan melaporkan bahwa tiga pekerja Cina tewas dalam serangan pesawat nirawak di wilayah Tajikistan dan mengklaim bahwa pesawat nirawak tersebut masuk dari wilayah udara Afghanistan.
Reuters, mengutip Kedutaan Besar Cina di Dushanbe, juga melaporkan bahwa para korban adalah karyawan perusahaan "LLC Shahin MS".
Hanif Khan Kharukhil, seorang analis politik, berkomentar: “Afghanistan saat ini tidak memiliki drone, dan meskipun memilikinya, pemerintah telah berjanji kepada dunia bahwa wilayah Afghanistan tidak akan digunakan untuk melawan negara tetangga mana pun, dan tetap berkomitmen pada janji tersebut.”
Wais Naseri, seorang pakar hubungan internasional, menyatakan: “Serangan ini menunjukkan bahwa, sayangnya, dinamika geopolitik kawasan sedang berubah. Kepentingan dan struktur kekuasaan regional sedang terancam. Konflik ekonomi, politik, dan keamanan sedang berlangsung di Afghanistan dan kawasan, dan sayangnya, aktor-aktor lain menggunakan kelompok-kelompok teroris di Afghanistan untuk mewujudkan agenda mereka.”
Meskipun demikian, sebuah delegasi Tajikistan baru-baru ini mengunjungi Kabul dan berdiskusi dengan para pejabat Imarah Islam mengenai berbagai isu, termasuk keamanan perbatasan. (haninmazaya/arrahmah.id)
