ISLAMABAD (Arrahmah.id) - Di Pakistan, pendiri PTI dan mantan perdana menteri Imran Khan, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan atas namanya, menuduh Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, sengaja mengobarkan ketegangan dengan Afghanistan untuk menggambarkan dirinya sebagai "mujahid internasional" dan mendapatkan dukungan Barat.
Pernyataan tersebut menyatakan bahwa "mengobarkan api" terkait Afghanistan, memprovokasi ketegangan, mengancam warga Afghanistan, mendeportasi pengungsi, dan serangkaian serangan pesawat tak berawak telah berkontribusi pada meningkatnya ketidakamanan dan terorisme di Pakistan, lansir Tolo News (3/12/2025).
Menurut Khan, kebijakan-kebijakan ini telah membuat "kanker terorisme" tak terkendali dan menempatkan negara pada risiko demi kepentingan pribadi.
Bagian penting lain dari pernyataan tersebut berfokus pada kondisi penahanan Khan, mengklaim bahwa istrinya ditahan dalam "kasus-kasus yang direkayasa" dan berada di bawah tekanan yang sangat kuat.
Khan juga menyebut Panglima Angkatan Darat, Asim Munir, sebagai orang yang mengalami gangguan jiwa, dan mengklaim bahwa akibatnya Pakistan menghadapi kurangnya hukum dan ketertiban.
Ia berkata: "Asim Munir mengalami gangguan jiwa, dan akibat kebejatan moralnya, konstitusi dan hukum Pakistan telah runtuh total, dan hak asasi manusia dasar warga Pakistan kini tidak lagi terlindungi."
Ia juga menuduh bahwa meskipun telah mendapat perintah pengadilan, ia telah dicegah untuk bertemu dengan pengacara dan keluarganya. (haninmazaya/arrahmah.id)
