India Selidiki Kematian Politisi Kaya Rusia Yang Kritik Perang Ukraina

Oleh:

|

Kategori:

Pada 2019, Pavel Antov menduduki peringkat terkaya di antara semua anggota parlemen dan pejabat senior di Rusia oleh majalah Forbes. [Olexander Scherba/Twitter]

ODISHA (Arrahmah.id) – Polisi India sedang menyelidiki kematian mendadak seorang politisi kaya Rusia yang dilaporkan mengkritik perang Ukraina serta kematian tak terduga dari salah satu teman seperjalanannya, kata pihak berwenang.

Jenazah Pavel Antov (65) ditemukan pada Sabtu (24/12/2022) dalam genangan darah di halaman sebuah hotel mewah di negara bagian timur Odisha, tempat ia berlibur bersama tiga warga negara Rusia lainnya.

Taipan sosis Rusia ini meninggal dua hari setelah anggota rombongan perjalanan lainnya, Vladimir Bidenov, ditemukan tidak sadarkan diri setelah menderita serangan jantung di hotel yang sama di distrik selatan Rayagada di Odisha dan tidak dapat dihidupkan kembali.

Polisi pada Selasa (27/12) mengatakan mereka sedang meninjau rekaman kamera keamanan, menanyai staf hotel dan menunggu laporan otopsi, tetapi sejauh ini tidak ada tanda-tanda pelanggaran.

“Semua sudut yang mungkin mengenai kematian dua warga negara Rusia sedang diverifikasi,” kata kepala polisi regional Rajesh Pandit kepada kantor berita AFP.

Kematian Bidenov kemungkinan besar disebabkan oleh pesta minuman keras dan kemungkinan overdosis obat, katanya.

“Selama ini sepertinya Antov tidak sengaja jatuh dari teras hotel,” ujarnya.

“Dia mungkin terganggu oleh kematian temannya dan pergi ke teras hotel dan kemungkinan jatuh hingga meninggal dari sana,” duga kepala polisi itu.

Petugas mengatakan Antov dan teman-temannya telah tiba di Odisha bulan ini dan mengunjungi beberapa lokasi sebelum tiba di hotel mereka di Rayagada pada awal pekan lalu.

Dua agen perjalanan lokal yang menyertai pesta tersebut juga telah diinterogasi bersama dengan dua anggota rombongan liburan Rusia lainnya.

Bottom of Form

Polisi Odisha mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kepala polisi “telah memerintahkan CID (Departemen Investigasi Kriminal) untuk mengambil alih penyelidikan” atas dua kematian tersebut.

Antov adalah seorang politikus di Vladimir, sebuah kota 150km (90 mil) timur Moskow di mana perusahaan pengolahan dagingnya berada.

Kematian Antov diumumkan di Rusia oleh wakil ketua Majelis Legislatif Vladimir, Vyacheslav Kartukhin, di Telegram.

“Akibat keadaan tragis, kolega kami, pengusaha sukses, dan dermawan Pavel Genrihovich Antov, meninggal dunia,” bunyi unggahannya. “Atas nama deputi faksi Rusia Bersatu, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan teman-teman.”

Antov telah menjadi anggota parlemen regional sejak 2018 dan mewakili partai Rusia Bersatu pimpinan Presiden Vladimir Putin.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia mendirikan perusahaan Vladimirsky Standart. Pada 2019, ia menduduki peringkat terkaya dari semua anggota parlemen dan pejabat senior di negara itu oleh majalah Forbes edisi Rusia.

Pada Juni, media Rusia menerbitkan pesan WhatsApp yang dikaitkan dengan Antov yang menyebut pengeboman rudal Kremlin ke Ukraina sebagai “terorisme”.

Antov menggunakan jaringan media sosial Rusia VK untuk menolak bahwa dia telah menulis pesan tersebut, dan bersikeras bahwa dia mendukung “operasi militer khusus” Rusia di Ukraina. (zarahamala/arrahmah.id)