LONDON (Arrahmah.id) -- Pemerintah Inggris pada hari Selasa (21/10/2025) menghapus kelompok perlawanan Suriah Hai'ah Tahrir Syam (HTS) dari daftar organisasi teroris terlarang.
Dilansir Reuters (21/10), HTS, yang sebelumnya berafiliasi dengan al Qaeda, pernah dilarang pada tahun 2017 di Inggris. Mendukung dan bergabung dengan kelompok ini dianggap sebagai tindakan ilegal dan termasuk dalam terorisme.
Inisiasi pencabutan ini sebenarnya sudah nampak pada bulan Desember tahun lalu ketika Pemerintah Inggris menyampaikan akan meninjau ulang pelarangan HTS. Menyusul pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang lebih dulu mencabut penetapan organisasi teroris asing AS untuk HTS pada bulan Juli.
Inggris telah bergabung dengan negara-negara lain dalam menyambut berakhirnya pemerintahan otokratis Assad, yang menandai salah satu titik balik terbesar bagi Timur Tengah dalam beberapa generasi dan setelah bertahun-tahun perang saudara.
Pemerintah Inggris menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penghapusan HTS dari daftar organisasi terlarang akan memungkinkan kerja sama yang lebih erat dengan pemerintah Suriah yang baru.
Pemerintah juga menambahkan bahwa hal itu akan memungkinkan kerja sama dengan Suriah untuk memberantas program senjata kimia Assad.
"Inggris akan terus mendesak kemajuan yang nyata dan meminta pertanggungjawaban pemerintah Suriah atas tindakannya dalam memerangi terorisme dan memulihkan stabilitas di Suriah dan kawasan yang lebih luas," ujar pemerintah. (hanoum/arrahmah.id)
