Memuat...

Ini Dia Alasan Kenapa IIA - Pakistan Bentrok

Hanoum
Selasa, 14 Oktober 2025 / 23 Rabiulakhir 1447 03:30
Ini Dia Alasan Kenapa IIA - Pakistan Bentrok
Personel keamanan IIA bersenjata berjaga di dekat gerbang tertutup perbatasan titik nol antara Afghanistan dan Pakistan di distrik Spin Boldak di provinsi Kandahar pada 12 Oktober 2025. [Foto: AFP]

KABUL (Arrahmah.id) -- Puluhan orang tewas dalam pertempuran di perbatasan antara Taliban atau Iamrah Islam Afghanistan (IIA) dan Pakistan sejak Sabtu (11/10/2025). Kedua belah pihak saling menuding dan menyebut insiden itu sebagai pertempuran paling serius sejak IIA berkuasa di Kabul pada 2021.

Militer Pakistan menyatakan sedikitnya 23 tentaranya tewas dalam bentrokan tersebut. Sementara IIA mengatakan sembilan personelnya ikut menjadi korban.

Ketegangan meningkat setelah Islamabad menuntut IIA menindak kelompok milisi yang meningkatkan serangan di wilayah Pakistan. Pemerintah Pakistan menuding, para milisi itu beroperasi dari tempat persembunyian di Afghanistan. Namun IIA membantah tudingan tersebut dan menyatakan tidak ada milisi Pakistan di wilayahnya, sebagaimana dilansir Reuters (12/10).

Menurut pejabat keamanan IIA, perang perbatasan disebabkan serangan udara yang dilancarkan Pakistan pada Kamis (9/10) di Kabul dan sebuah pasar di Afghanistan timur.

Serangan itu memicu balasan dari IIA, meski pemerintah Pakistan belum secara resmi mengakui operasi udara tersebut. Pasukan IIA kemudian menembaki pos perbatasan Pakistan pada Sabtu malam.

Militer Pakistan mengatakan pihaknya membalas dengan tembakan senjata dan artileri.

Kedua belah pihak sama-sama mengeklaim telah menghancurkan sejumlah pos perbatasan lawan.

Pejabat keamanan Pakistan bahkan membagikan rekaman video yang diklaim menunjukkan pos milik Afghanistan sedang diserang.

Pada Ahad (12/10/2025), pertempuran dilaporkan mereda. Namun di wilayah Kurram, Pakistan, tembakan sporadis masih terdengar.

Kementerian Pertahanan IIA sebelumnya menyatakan operasi mereka berakhir pada tengah malam waktu setempat. IIA mengatakan, pihaknya menghentikan serangan atas permintaan Qatar dan Arab Saudi. Kedua negara Teluk itu sebelumnya menyatakan keprihatinan atas bentrokan di perbatasan.

"Tidak ada ancaman di wilayah mana pun di Afghanistan," kata juru bicara pemerintahan IIA, Zabihullah Mujahid.

Mujahid menambahkan bahwa pertempuran masih berlangsung di beberapa wilayah. (hanoum/arrahmah.id)