Memuat...

'Israel' dan AS Capai Kesepakatan Awal Soal 200 Pejuang Perlawanan Palestina di Terowongan Rafah

Zarah Amala
Rabu, 12 November 2025 / 22 Jumadilawal 1447 10:01
'Israel' dan AS Capai Kesepakatan Awal Soal 200 Pejuang Perlawanan Palestina di Terowongan Rafah
Seorang pejuang Al-Qassam di terowongan Rafah. (Foto: tangkapan video)

GAZA (Arrahmah.id) - Surat kabar 'Israel' Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa seorang pejabat kabinet dalam 'Israel' mengungkapkan adanya kesepakatan sementara antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan utusan Amerika Serikat Jared Kushner mengenai sekitar 200 pejuang perlawanan Palestina yang masih berada di dalam terowongan di Rafah, Gaza bagian selatan.

Menurut pejabat tersebut, usulan itu memungkinkan para pejuang tersebut untuk meninggalkan wilayah itu dengan aman.

Sementara itu, Israeli Broadcasting Corporation menyebutkan bahwa Kushner meminta 'Israel' mengizinkan para pejuang tersebut berpindah ke wilayah Gaza yang masih berada di bawah kendali Hamas.

Pejuang Hamas di Balik “Garis Kuning”

Media 'Israel' menambahkan bahwa berdasarkan penilaian sementara, isu ini kemungkinan akan terselesaikan karena Washington tidak ingin ada hambatan yang dapat menggagalkan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata. Namun, beberapa laporan lain mengutip pejabat 'Israel' yang mengatakan belum ada kesepakatan final yang dicapai.

Channel 12 'Israel' kemudian mengutip sumber Amerika yang menyatakan bahwa Washington bertekad menyelesaikan persoalan ini tanpa menunda tahap-tahap lanjutan dari perjanjian tersebut, meski prosesnya diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari lagi.

Isu tentang para pejuang yang masih bertahan di terowongan Rafah menjadi salah satu topik utama dalam pembahasan fase selanjutnya dari gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober. 'Israel' disebut menggunakan isu ini sebagai alasan untuk menunda pelaksanaan kesepakatan tersebut.

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, membenarkan bahwa para pejuang yang dimaksud merupakan anggota mereka yang masih berada di wilayah Rafah yang kini dikuasai 'Israel'.

Para pejuang itu dilaporkan bersembunyi di jaringan terowongan yang terletak di dalam zona yang disebut “garis kuning”, wilayah yang sebelumnya ditinggalkan pasukan 'Israel' pada tahap pertama gencatan senjata. Seluruh kota Rafah termasuk dalam area tersebut.

'Israel' memperkirakan jumlah para pejuang yang tersisa berkisar antara 150 hingga 200 orang, namun Hamas maupun Brigade Al-Qassam belum memberikan konfirmasi mengenai angka tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)