Memuat...

'Israel' Evakuasi Jenazah Tentara Terakhir di Gaza, Perlawanan Sebut 'Israel' Sengaja Tunda Pencarian

Zarah Amala
Selasa, 27 Januari 2026 / 9 Syakban 1447 10:30
'Israel' Evakuasi Jenazah Tentara Terakhir di Gaza, Perlawanan Sebut 'Israel' Sengaja Tunda Pencarian
Jihad Islam: 'Israel' sengaja tunda evakuasi jenazah Gvili selama 3 pekan demi alasan politis (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Militer 'Israel' mengumumkan pada Senin (26/1/2026) bahwa mereka telah mengevakuasi jenazah Ran Gvili, tentara 'Israel' terakhir yang ditahan di Jalur Gaza, setelah operasi pencarian di wilayah utara. Namun, pengumuman ini dibarengi dengan pernyataan keras dari gerakan perlawanan Jihad Islam yang menuduh 'Israel' sengaja menunda upaya evakuasi tersebut selama berpekan-pekan.

Pihak militer menyatakan prosedur identifikasi telah diselesaikan oleh Institut Nasional Kedokteran Forensik melalui koordinasi dengan kepolisian dan rabi militer. Gvili (24), anggota Unit Patroli Khusus (Yasam), dinyatakan tewas dalam pertempuran pada pagi hari 7 Oktober 2023.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang saat ini menjadi buronan ICC atas dugaan kejahatan perang, menyebut evakuasi ini sebagai "pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya." Ia menegaskan bahwa fase berikutnya dari kesepakatan akan berfokus pada pelucutan senjata perlawanan Palestina dan menjadikan Gaza wilayah demiliterisasi, alih-alih fokus pada rekonstruksi.

Sesaat setelah pengumuman 'Israel', Abu Hamza, juru bicara Saraya al-Quds (sayap militer Jihad Islam), menyatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan koordinat persis lokasi jenazah Ran Gvili kepada mediator tiga pekan lalu. Ia menuduh pasukan 'Israel' sengaja menunda koordinasi meskipun sudah mengetahui lokasinya.

Sejalan dengan itu, Brigade Al-Qassam (Hamas) pada Ahad (25/1) menyatakan telah berbagi seluruh informasi intelijen kepada mediator. Militer 'Israel' kemudian mulai membongkar kuburan di pemakaman lingkungan Shujaiya, Kota Gaza, untuk menemukan jenazah tersebut. Operasi ini dilaporkan melibatkan penggalian dan pemindahan sekitar 250 jenazah lain di lokasi tersebut.

Hamas menegaskan bahwa kembalinya jenazah ini membuktikan komitmen mereka terhadap kesepakatan gencatan senjata. Mereka menyerukan kepada mediator dan Amerika Serikat untuk menekan 'Israel' agar menghentikan pelanggaran dan segera memenuhi janji dalam kesepakatan.

Selama berbulan-bulan, 'Israel' mengaitkan pembukaan kembali pintu perbatasan Rafah di sisi Palestina dengan penemuan jenazah Gvili. Tindakan ini dianggap melanggar ketentuan gencatan senjata fase pertama yang seharusnya sudah mencakup pembukaan perbatasan sebagai jalur keluar utama bagi warga Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlinePalestinajihad islamGazajenazahtawanan israel