GAZA (Arrahmah.id) - Dua warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka pada Senin (27/10/2025) setelah drone 'Israel' menargetkan kota Abasan al-Kabira, sebelah timur Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan, menurut laporan medis yang dikutip Al Jazeera.
Serangan itu terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata yang telah diberlakukan sejak 10 Oktober.
Menurut Kompleks Medis Nasser, para korban gugur akibat serangan udara saat mereka tengah memeriksa kondisi rumah mereka yang hancur di Abasan al-Kabira. Salah satu korban diidentifikasi sebagai Farid Hassan Qdeih, berusia 45 tahun.
Rekaman video yang beredar menunjukkan detik-detik para korban tiba di rumah sakit dengan luka parah akibat serangan drone 'Israel'.
Sumber lokal yang dikutip oleh Kantor Berita Palestina (WAFA) menyebutkan bahwa pesawat tak berawak 'Israel' menembakkan rudal ke arah warga sipil yang sedang meninjau puing-puing rumah mereka.
Secara bersamaan, pasukan pendudukan 'Israel' melepaskan tembakan senapan mesin berat ke wilayah timur Khan Yunis, sementara pesawat tempur 'Israel' melancarkan tiga serangan udara dan membombardir beberapa bangunan di timur kota tersebut.
Di Rafah, pasukan angkatan laut 'Israel' menembakkan peluru artileri ke arah pantai, sedangkan di Gaza City, pasukan pendudukan meledakkan beberapa bangunan tempat tinggal.
Sumber lokal juga melaporkan bahwa drone 'Israel' menjatuhkan bom di dekat kamp pengungsi di persimpangan Shuja'iyya, timur kota Gaza.
Sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 10 Oktober, sekitar 93 warga Palestina telah gugur dan lebih dari 300 orang terluka akibat serangan 'Israel' yang berlanjut, sementara tim pertahanan sipil berhasil mengevakuasi 464 jenazah dari bawah reruntuhan bangunan.
Sumber medis di Gaza menyebutkan bahwa total korban jiwa akibat perang pemusnahan 'Israel' sejak 7 Oktober 2023 kini mencapai 68.519 orang, dengan 170.382 lainnya luka-luka, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. (zarahamala/arrahmah.id)
