TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' pada Ahad (26/10/2025) melancarkan serangkaian penggerebekan besar-besaran di sejumlah kota dan desa di Tepi Barat, menahan sedikitnya 13 warga Palestina di tengah gelombang serangan dan kekerasan oleh pemukim 'Israel'.
Menurut sumber-sumber lokal, tujuh warga Palestina ditangkap di Ramallah dan Al-Bireh, lima di Al-Khalil (Hebron), serta seorang mantan tahanan di Tulkarem setelah pasukan 'Israel' menyerbu rumahnya di wilayah selatan kota tersebut.
Di Nablus, tentara 'Israel' menggerebek dan menggeledah sejumlah rumah, sementara operasi serupa dilaporkan terjadi di kota Deir Ballut dan Al-Zawiya, sebelah barat Salfit.
Sementara itu, seorang pemuda Palestina ditembak dan terluka oleh pasukan 'Israel' di kota Al-Ram, utara Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki. Pasukan 'Israel' juga menembaki sekelompok pekerja Palestina di dekat desa Husan, barat Beit Lahm (Bethlehem), dan menahan beberapa di antaranya selama berjam-jam.
Kekerasan Pemukim Terus Berlanjut
Bersamaan dengan itu, kelompok pemukim Yahudi ilegal meningkatkan serangan terhadap lahan-lahan warga Palestina di berbagai wilayah Tepi Barat.
Kelompok pemukim bersenjata membajak dan memagari ratusan dunam lahan pertanian di desa Sikka dan kota Beit Awwa, sebelah barat Al-Khalil, yang oleh warga disebut sebagai upaya nyata untuk merebut tanah mereka.
Di kawasan Wadi Omar, selatan desa Al-Mughayyir, timur laut Ramallah, para pemukim menyerang lahan pertanian milik warga Palestina dan menghalangi para petani mengakses tanah mereka.
Kepala dewan desa Sikka mengatakan, pemukim dari permukiman ilegal Neghohot menargetkan sekitar 500 dunam tanah subur dalam upaya untuk mencaploknya ke area perluasan permukiman di sekitar.
Di wilayah lain, pemukim mendirikan pagar di sekitar lahan di Khirbet Al-Farisiyah di Lembah Yordan bagian utara dan menebang puluhan pohon zaitun di desa Al-Maniya, selatan Bethlehem.
Serangan terkoordinasi ini terjadi di tengah kampanye berkelanjutan untuk mengubah kondisi di lapangan, membuka jalan bagi ekspansi permukiman Yahudi di seluruh Tepi Barat yang diduduki, dengan mengorbankan komunitas Palestina. (zarahamala/arrahmah.id)
