Memuat...

'Israel' Protes Penyerahan Jenazah, Hamas Sebut Tak Ada Pelanggaran Kesepakatan

Zarah Amala
Rabu, 29 Oktober 2025 / 8 Jumadilawal 1447 11:00
'Israel' Protes Penyerahan Jenazah, Hamas Sebut Tak Ada Pelanggaran Kesepakatan
'Israel' Protes Penyerahan Jenazah, Hamas Sebut Tak Ada Pelanggaran Kesepakatan

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Media 'Israel' melaporkan bahwa jenazah seorang tawanan 'Israel' yang diserahkan Hamas pada Senin malam (27/10/2025) adalah milik seorang prajurit yang tubuhnya sebelumnya dilaporkan telah ditemukan di Gaza pada Desember 2023.

Radio Angkatan Darat 'Israel' menyatakan pada Selasa (28/10) bahwa jenazah tersebut diidentifikasi sebagai Ofir Tzarfati, dan menegaskan bahwa jenazah itu bukan salah satu dari 13 jenazah yang masih diyakini berada di Gaza menurut daftar 'Israel'.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu merilis pernyataan yang menyebut penyerahan tersebut sebagai pelanggaran jelas terhadap kesepakatan, dan menyatakan bahwa pejabat pertahanan tingkat tinggi akan membahas langkah balasan atas dugaan pelanggaran itu.

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, dalam pernyataan Senin malam (27/10) mengonfirmasi penemuan jenazah salah satu tentara 'Israel' di Gaza. Sumber pimpinan Al-Qassam mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jenazah ditemukan selama upaya pencarian di kawasan Al-Tuffah di Kota Gaza.

Al-Qassam kemudian mengumumkan akan menyerahkan jenazah tersebut ke pihak 'Israel' pada Selasa (28/10) pukul 20.00 waktu Gaza, setelah proses koordinasi dengan Palang Merah dan tim recovery di lokasi.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan komitmen gerakan untuk menyelesaikan fase pertama kesepakatan dan menyerahkan jenazah secepat mungkin, tetapi menyebut keterbatasan peralatan sebagai penghambat utama. Ia juga membantah klaim 'Israel' bahwa Hamas mengetahui lokasi semua jenazah, mengatakan lanskap Gaza telah berubah drastis akibat serangan sehingga akses menjadi sangat sulit.

Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional 'Israel' Itamar Ben-Gvir mengeluarkan pernyataan keras yang menuding Hamas masih “bermain permainan” karena tidak segera menyerahkan semua jenazah. Ben-Gvir menyerukan tindakan militer tegas, bahkan menyatakan bahwa saatnya “menghancurkan” kelompok tersebut, dan mendesak Perdana Menteri untuk memberi perintah.

Fase pertama kesepakatan gencatan senjata antara 'Israel' dan Hamas berlaku sejak 10 Oktober di bawah rencana 20 poin yang didukung pemerintahan AS. Sejak berlakunya fase pertama, Gaza melaporkan puluhan pelanggaran gencatan senjata oleh pasukan 'Israel' yang menewaskan dan melukai warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 68.500 orang Palestina gugur dan ratusan ribu luka sejak Oktober 2023. (zarahamala/arrahmah.id)