TEL AVIV (Arrahmah.id) - Sejumlah menteri 'Israel' mengecam kemenangan Zohran Mamdani, yang terpilih sebagai wali kota Muslim pertama New York City, dan menyerukan agar warga Yahudi kota tersebut mempertimbangkan untuk berimigrasi ke 'Israel'.
Mamdani, kandidat dari Partai Demokrat keturunan Asia Selatan, memenangkan pemilihan pada Selasa (4/11/2025), menjadi orang Muslim dan Asia Selatan pertama yang menjabat posisi tertinggi di pemerintahan kota New York.
Menteri Urusan Diaspora 'Israel' Amichai Chikli, dari Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyebut kemenangan Mamdani sebagai “titik balik kritis” bagi New York, kota yang menurutnya selama lebih dari satu abad menjadi “benteng komunitas Yahudi terbesar di dunia di luar 'Israel'.”
“Kota yang dulu menjadi simbol kebebasan dunia telah menyerahkan kuncinya kepada seorang pendukung Hamas,” tulis Chikli di X. “Saya mengundang orang-orang Yahudi New York untuk mempertimbangkan secara positif menentukan tempat baru mereka di Tanah 'Israel'.”
Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menyebut hasil pemilihan tersebut sebagai “kemenangan antisemitisme atas akal sehat.” Ia menuding Mamdani sebagai “pendukung Hamas, pembenci 'Israel', dan antisemit yang terang-terangan.”
Sementara itu, Duta Besar 'Israel' untuk PBB Danny Danon mengatakan bahwa pernyataan Mamdani “tidak akan melemahkan” 'Israel'. Ia berjanji memperkuat kerja sama dengan para pemimpin komunitas Yahudi di New York untuk menjamin keamanan mereka. Dalam wawancara dengan Radio 103 FM, Danon juga menilai kemenangan Mamdani dapat memengaruhi “rasa aman komunitas Yahudi” karena wali kota bertanggung jawab langsung atas kepolisian kota.
Sebelum pemilihan, Mamdani pernah menyatakan bahwa ia akan memerintahkan Departemen Kepolisian New York (NYPD) untuk menangkap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu jika mengunjungi kota itu, dengan alasan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza.
Namun dalam berbagai kesempatan, Mamdani menegaskan penolakannya terhadap antisemitisme dan komitmennya untuk mendukung komunitas Yahudi di New York.
“Tidak ada ruang bagi antisemitisme di kota ini,” kata Mamdani dalam kampanyenya. “Balai Kota akan berdiri bersama warga Yahudi New York dalam melawan kebencian.”
Dengan 91 persen suara telah dihitung, Mamdani meraih lebih dari 50 persen dukungan dan unggul dari dua pesaingnya. Ia memperoleh dukungan dari beragam kelompok pemilih, termasuk sebagian warga Yahudi yang menentang kebijakan pemerintahan Netanyahu selama perang di Gaza.
Kemenangan Mamdani memicu beragam reaksi di media sosial. Beberapa pengguna menilai hasil tersebut sebagai “hari kelam bagi New York,” sementara kelompok Jewish Voice, gerakan Yahudi anti-Zionis, menyebut kemenangan Mamdani sebagai “kemenangan bagi semua warga New York.”
“Yahudi New York mendukung Zohran Mamdani meskipun ada kampanye kebencian dari media dan lobi Zionis,” tulis gerakan itu di X. (zarahamala/arrahmah.id)
