Memuat...

'Israel' Umumkan Pembukaan Rafah Satu Arah, Mesir Tegaskan Tidak Pernah Sepakat

Zarah Amala
Kamis, 4 Desember 2025 / 14 Jumadilakhir 1447 10:15
'Israel' Umumkan Pembukaan Rafah Satu Arah, Mesir Tegaskan Tidak Pernah Sepakat
Titik perlintasan Rafah (Wikipedia)

GAZA (Arrahmah.id) - 'Israel' pada Rabu (3/12/2025) menyatakan akan membuka kembali Perlintasan Rafah “dalam beberapa hari ke depan,” namun hanya untuk arus keluar warga Gaza menuju Mesir.

Dalam pernyataannya di X, Koordinasi Kegiatan Pemerintahan 'Israel' di Wilayah (COGAT) mengatakan bahwa pergerakan itu akan dilakukan “setelah mendapat persetujuan keamanan dari 'Israel' dan di bawah pengawasan misi Uni Eropa.” COGAT menyebut mekanisme ini mirip dengan pengaturan yang digunakan pada Januari 2025.

Namun, Mesir langsung membantah klaim tersebut. Badan Informasi Negara (SIS) menegaskan tidak ada koordinasi apa pun dengan 'Israel' terkait pembukaan perlintasan itu. Sumber resmi Mesir mengatakan kepada media bahwa “jika ada kesepakatan, maka pergerakan harus berlangsung dua arah, masuk dan keluar Gaza, seperti yang tercantum dalam rencana Presiden AS Donald Trump.”

Rencana 20 poin Trump memang mewajibkan Rafah dibuka dua arah, bukan satu.

Penolakan Mesir muncul setelah laporan media 'Israel' mengklaim bahwa persiapan pembukaan kembali perlintasan sudah berlangsung. Haaretz melaporkan bahwa 'Israel' berencana membuka Rafah untuk memungkinkan warga sipil keluar menuju Mesir. Namun rencana itu tertunda karena keberatan dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menuding Hamas tidak bekerja sama dalam pemulangan jenazah para tentara 'Israel' yang ditahan.

Pada hari yang sama, faksi-faksi Palestina mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka menegaskan perlunya mendesak 'Israel' memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata Trump. Faksi-faksi tersebut meminta para mediator dan penjamin agar memastikan Rafah kembali dibuka dua arah, sebagaimana tercantum dalam Kesepakatan Sharm el-Sheikh dan Resolusi DK PBB 2803.

Mereka memperingatkan bahwa 'Israel' berusaha membatasi Rafah sebagai jalur keluar satu arah, langkah yang melanggar kesepakatan. Faksi-faksi itu mendesak pihak internasional untuk menekan 'Israel' agar menghentikan upaya memanipulasi atau menghindari komitmen yang telah disepakati. (zarahamala/arrahmah.id)