ISTANBUL (Arrahmah.id) -- Seorang aktivis kemanusiaan Italia yang tergabung dalam Global Sumud Fortilla (GSF) ke Gaza dilaporkan telah memeluk Islam setelah ditahan oleh otoritas 'Israel'.
Tommaso Bortolazzi, kapten kapal Maria Cristina, mengatakan ia memilih untuk memeluk Islam setelah dibebaskan dari tahanan Israel.
"Awak kapal saya berasal dari Turki dan hampir semuanya Muslim," ujarnya kepada wartawan di Istanbul setelah tiba dari 'Israel', dikutip dari Clarion India (5/10/2025).
Bortolazzi mengatakan ia bergabung dengan misi GSF karena ia merasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan, lapor NST.
"Saya melakukannya untuk rakyat Palestina dan juga untuk negara saya, karena kita tidak bisa hanya berdiam diri dan menyaksikan pembantaian lainnya.
"Hari-hari terakhir di penjara sangat sulit.
“Teman-teman saya (tahanan lainnya) dari Turki hampir semuanya Muslim.
“Kami melewati masa-masa sulit dan merasa takut karena nyawa kami terancam bersama, tetapi kami tetap bersatu,” tambahnya.
Dalam wawancara video dengan Anadolu Agency yang diunggah di akun TikTok kantor berita tersebut, Bortolazzi mengatakan ia merasa seperti bayi yang baru lahir setelah memeluk 'Islam'.
“Pagi ini, ketika teman-teman saya sedang salat, polisi dan tentara 'Israel' masuk dan menghentikan mereka. Saya merasa perlu untuk melawan ini.
“Setelah itu, bersama teman-teman saya, saya mengucapkan syahadat.
“Saya memilih ini (untuk memeluk Islam) untuk diri saya sendiri. Rasanya seperti terlahir kembali, dan saya sangat bahagia,” katanya, mengungkapkan harapan bahwa semua negara yang bebas dan demokratis akan ‘menikmati’ perlawanan terhadap 'Israel'.
Video Bortolazzi yang berbagi pengalamannya memeluk Islam selama wawancara dengan kantor berita Turki tersebut menjadi viral. (hanoum/arrahmah.id)
