Memuat...

Kazakhstan Dikabarkan Akan Bergabung dengan Kesepakatan Abraham yang Diprakarsai AS

Zarah Amala
Jumat, 7 November 2025 / 17 Jumadilawal 1447 09:28
Kazakhstan Dikabarkan Akan Bergabung dengan Kesepakatan Abraham yang Diprakarsai AS
Kazakhstan Dikabarkan Akan Bergabung dengan Kesepakatan Abraham yang Diprakarsai AS

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Kazakhstan akan bergabung dengan Abraham Accords, serangkaian perjanjian yang menormalisasi hubungan antara 'Israel' dan sejumlah negara Arab serta mayoritas Muslim. Langkah ini dinilai bersifat simbolis, namun dimaksudkan untuk menghidupkan kembali inisiatif yang menjadi ciri khas pemerintahan pertama Presiden Donald Trump.

Pengumuman bergabungnya Kazakhstan disampaikan pada Kamis (6/11/2025) waktu AS. Meski demikian, langkah ini terutama bersifat simbolik karena Kazakhstan telah menjalin hubungan diplomatik dengan 'Israel' sejak 1992, tidak lama setelah kemerdekaannya dari Uni Soviet. Secara geografis, Kazakhstan juga terletak jauh dari kawasan Timur Tengah, berbeda dengan negara-negara lain yang telah lebih dulu bergabung dalam kesepakatan tersebut, Bahrain, Maroko, Sudan, dan Uni Emirat Arab.

Tiga pejabat AS mengonfirmasi kabar tersebut kepada Associated Press, dengan syarat identitas mereka dirahasiakan karena rencana itu belum diumumkan secara publik.

Beberapa jam kemudian, Trump menulis di media sosialnya bahwa ia telah melakukan “pembicaraan yang sangat baik dengan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev,” serta mengumumkan bahwa Kazakhstan menjadi “negara pertama di masa jabatan kedua saya yang bergabung dengan Abraham Accords, dan akan ada banyak lagi yang menyusul.”

Trump menyebut langkah Kazakhstan sebagai “langkah besar ke depan dalam membangun jembatan di seluruh dunia,” dan menambahkan bahwa “lebih banyak negara sedang bersiap untuk merangkul perdamaian dan kemakmuran melalui Abraham Accords.” (zarahamala/arrahmah.id)