KABUL (Arrahmah.id) - Dalam beberapa hari terakhir, Afghanistan telah menjamu dua delegasi tingkat tinggi dari Kazakhstan dan Turkmenistan, yang mengadakan pertemuan dengan para pejabat ekonomi dan perdagangan negara tersebut.
Dalam pertemuan mereka dengan Menteri Pertambangan dan Perminyakan serta para wakil menteri Kementerian Pekerjaan Umum Imarah Islam Afghanistan, delegasi Kazakhstan menyatakan minatnya untuk berinvestasi di tambang emas dan tembaga Afghanistan, memperluas jaringan kereta api, dan bekerja sama dalam eksplorasi geologi, sekaligus membahas cara-cara untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral, lansir Tolo News (9/10/2025).
Homayoun Afghan, juru bicara Kementerian Pertambangan dan Perminyakan, menyatakan: "Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas peningkatan hubungan ekonomi bilateral dan kepentingan investasi Kazakhstan."
Mohammad Ashraf Haqshenas, juru bicara Kementerian Pekerjaan Umum, mengatakan: "Dalam pertemuan tersebut, sebuah nota kesepahaman dan rencana aksi ditandatangani antara Kementerian Pekerjaan Umum dan pihak Kazakhstan. Disepakati bahwa komite teknis dan keuangan bersama akan dibentuk untuk memulai pekerjaan praktis pada proyek kereta api Torghundi–Herat dan Herat–Spin Boldak serta meninjau kerangka hukum dan keuangannya."
Pada saat yang sama, delegasi Turkmenistan mengadakan pertemuan teknis bersama dengan para pejabat dari Da Afghanistan Breshna Sherkat (DABS), yang berfokus pada proyek-proyek energi utama.
Pertemuan-pertemuan ini mencakup proyek transmisi listrik Turkmenistan–Afghanistan–Pakistan (TAP), jaringan transmisi 500 kV, proyek Kerki–Kabul, dan rencana elektrifikasi untuk distrik Bala Murghab di Badghis, serta Khwaja Du Koh dan Qarqeen di Jawzjan.
Mohammad Sadiq Haqparast, juru bicara DABS, mengatakan: "Dalam pertemuan tersebut, pihak Turkmenistan menyampaikan apresiasi atas kerja sama teknis dan fasilitasi investasi DABS, menekankan bahwa proses ini akan semakin memperkuat kerja sama bilateral di sektor energi antara kedua negara sahabat."
Beberapa pakar ekonomi menekankan bahwa memperluas hubungan ekonomi, melaksanakan proyek bersama, dan menarik investasi asing dapat membantu Afghanistan keluar dari isolasi ekonomi dan bahkan politik serta meningkatkan perannya dalam dinamika regional.
Mir Shakir Yaqubi, seorang analis ekonomi, mencatat: "Proyek-proyek infrastruktur yang dipertukarkan antarnegara dapat memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan dan memperluas kerja sama politik dan ekonomi."
Para pakar meyakini bahwa pertemuan baru-baru ini antara Afghanistan dan delegasi dari Kazakhstan dan Turkmenistan menunjukkan arah negara tersebut menuju perluasan kerja sama regional dan ekonomi.
Investasi di bidang pertambangan emas dan tembaga, beserta proyek-proyek transmisi listrik dan infrastruktur energi, tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga dapat memposisikan Afghanistan sebagai koridor transit dan energi utama di kawasan tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)
