Memuat...

Khan Yunis Kembali Berdarah di Tengah Penembakan dan Serangan Artileri 'Israel'

Zarah Amala
Sabtu, 3 Januari 2026 / 14 Rajab 1447 10:30
Khan Yunis Kembali Berdarah di Tengah Penembakan dan Serangan Artileri 'Israel'
Keluarga-keluarga di Gaza mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang terkasih mereka yang gugur di tangan 'Israel' (Foto: VIA QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Seorang pemuda Palestina gugur dan sejumlah lainnya terluka setelah pasukan pendudukan 'Israel' melepaskan tembakan di wilayah barat Khan Yunis, di luar area penempatan pasukan 'Israel' di Jalur Gaza, menurut laporan media.

Al Jazeera melaporkan, mengutip sumber dari Kompleks Medis Nasser di Gaza selatan, bahwa seorang perempuan dan seorang anak termasuk di antara korban luka akibat tembakan tentara 'Israel'. Kondisi perempuan tersebut dilaporkan kritis.

Kantor berita Anadolu, mengutip sumber medis di Rumah Sakit Nasser, menyatakan bahwa pemuda tersebut dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit akibat luka tembak yang disebabkan oleh tembakan pasukan 'Israel'.

Poros Serangan Militer

Poros Murad, yang memisahkan Rafah dari wilayah lain di Jalur Gaza, kini menjadi titik peluncuran operasi militer yang menargetkan Rafah dan wilayah sekitarnya, termasuk perbatasan selatan dan timur Khan Yunis, demikian dilaporkan koresponden Al Jazeera Arabic.

Koresponden tersebut menambahkan bahwa artileri 'Israel' yang ditempatkan di sepanjang poros ini menembakkan peluru ke wilayah selatan dan timur Khan Yunis, disertai suara ledakan. Ia juga menjelaskan bahwa tembakan pada Kamis (1/1/2026) dari barak militer yang didirikan di dalam bangunan-bangunan permukiman yang tersisa di utara Kota Rafah menyebabkan empat orang terluka di tenda-tenda pengungsi di sekitarnya.

Sementara itu, pasukan pendudukan 'Israel' melakukan serangan darat ke wilayah timur Khan Yunis, yang disebut sebagai front paling bergejolak, mengingat keberadaan enam kawasan yang diduduki 'Israel'. Kawasan-kawasan ini mencakup lebih dari 50 persen wilayah kota dan dihuni sekitar 150.000 penduduk.

Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa tentara pendudukan mendirikan tanggul tanah dan memasang balok beton berwarna kuning di timur Jalan Salah al-Din, memperluas apa yang disebut sebagai “garis kuning”.

Kebakaran Tenda Tewaskan Ibu dan Anak

Pada Kamis (1/1), seorang ibu dan anaknya tewas, sementara satu orang lainnya terluka, setelah kebakaran melanda sebuah tenda yang menampung keluarga pengungsi di Kota Gaza, menurut laporan Pertahanan Sipil.

Dalam pernyataannya, tim Pertahanan Sipil mengatakan mereka mengevakuasi dua jenazah dan satu korban luka dari lokasi kebakaran di tempat penampungan Al-Yarmouk, kawasan Al-Daraj, pusat Kota Gaza. Penyebab kebakaran belum diketahui.

Ratusan ribu warga Palestina di Jalur Gaza kini hidup di tenda dan tempat penampungan darurat akibat kekurangan parah perlengkapan hunian yang layak, setelah perang 'Israel' selama dua tahun menghancurkan kawasan permukiman dan memaksa pengungsian massal.

Sebagian besar tenda tidak memiliki standar keselamatan dasar, sehingga sangat rentan terhadap kebakaran, terutama karena warga bergantung pada cara-cara primitif untuk pemanas dan memasak di tengah pemadaman listrik dan kelangkaan bahan bakar yang parah.

Hujan Lebat dan Banjir

Al Jazeera Arabic juga melaporkan bahwa hujan lebat akibat badai terbaru menyebabkan banjir luas di tenda-tenda pengungsi di wilayah Al-Mawasi, yang menampung jumlah pengungsi terbesar.

Koresponden saluran tersebut mengatakan bahwa akumulasi air hujan dalam jumlah besar membentuk genangan dan rawa, sementara pemerintah daerah tidak mampu memberikan layanan apa pun.

Meski sistem cuaca kali ini tidak separah sebelumnya, hujan deras tetap cukup untuk membanjiri jalanan dan tenda-tenda pengungsi, khususnya di wilayah Al-Mawasi.

Laporan tersebut menambahkan bahwa 'Israel' terus mencegah masuknya bahan-bahan yang dibutuhkan warga Gaza untuk melindungi diri dari hujan musim dingin atau memperbaiki rumah-rumah mereka yang rusak. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlinePalestinaGazaserangan israelkhan yunis