ISLAMABAD (Arrahmah.id) -- Taliban Pakistan (TTP) mengklaim serangan bom bunuh diri tersebut yang menewaskan sedikitnya 12 orang pada Selasa (11/11/2025) di dekat Kompleks Pengadilan Distrik Islamabad.
“Pejuang kami menyerang komisi kehakiman di Islamabad. Para hakim, pengacara dan pejabat yang melaksanakan keputusan berdasarkan hukum Pakistan yang tidak Islami menjadi sasaran,” kata kelompok itu, seperti dilansir NDTV (11/11). Mereka mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut sampai hukum Islam diterapkan di negara tersebut.
Dalam unggahan di akun resmi Presiden Pakistan, X, mengatakan, "Presiden Asif Ali Zardari mengutuk keras ledakan bunuh diri di dekat Kompleks Pengadilan Distrik Islamabad, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, berdoa agar korban luka segera pulih, dan memberikan penghormatan kepada aparat penegak hukum."
Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi mengatakan bahwa beberapa orang tewas setelah pelaku meledakkan bom di dekat kendaraan polisi.
Mohammed Shahzad Butt, seorang pengacara dan saksi mata, mengatakan kepada AFP, "Semua orang mulai berlarian ke dalam karena panik. Saya melihat setidaknya lima mayat tergeletak di gerbang depan."
Pengacara lain, Rustam Malik, mengatakan bahwa ia mendengar "ledakan keras" di gerbang saat memasuki kompleks. "Kekacauan total, para pengacara dan orang-orang berlarian ke dalam kompleks. Saya melihat dua mayat tergeletak di gerbang dan beberapa mobil terbakar," katanya.
Ini terjadi setelah ledakan mobil di Delhi pada hari Senin, yang menewaskan 9 orang dan melukai 20 orang.
Serangan bunuh diri terakhir di Pakistan terjadi pada Desember 2022. Namun, kini negara itu mengalami peningkatan serangan dan para pejabat menyalahkan kelompok bersenjata yang diduga berlindung di tanah Afghanistan.
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengatakan bahwa serangan bunuh diri itu harus dilihat sebagai "seruan untuk bangun".
"Dalam situasi seperti ini, sia-sia saja berharap lebih besar akan keberhasilan negosiasi dengan para penguasa Kabul," tulisnya.
Pada bulan Oktober, Pakistan dan Afghanistan terlibat dalam bentrokan besar yang dipicu oleh serangan baru-baru ini. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 70 orang tewas di kedua belah pihak, termasuk 50 warga sipil Afghanistan. (hanoum/arrahmah.id)
