Memuat...

Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja Meningkat Menjadi Bentrokan Mematikan

Hanin Mazaya
Kamis, 24 Juli 2025 / 29 Muharam 1447 16:33
Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja Meningkat Menjadi Bentrokan Mematikan
Tentara Kamboja mengisi ulang peluncur roket ganda BM-21 di Provinsi Preah Vihear pada 24 Juli 2025. Thailand melancarkan serangan udara terhadap target militer Kamboja pada 24 Juli ketika Kamboja menembakkan roket dan artileri, menewaskan seorang warga sipil, dalam eskalasi dramatis dari pertikaian perbatasan yang telah berlangsung lama antara kedua negara tetangga tersebut. (Foto: AFP)

SI SA KET (Arrahmah.id) - Bentrokan mematikan meletus di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja, menewaskan sedikitnya 11 warga sipil dan satu tentara, semuanya dari pihak Thailand, seiring dengan semakin dalamnya krisis diplomatik antara kedua negara tetangga di Asia Tenggara tersebut.

Kekerasan meningkat pada Kamis (24/7/2025) ketika kedua negara saling tembak, dengan tuduhan mengenai siapa yang memulai pertempuran. Hubungan diplomatik telah memburuk sejak Rabu, yang menyebabkan Thailand menutup semua perlintasan perbatasan darat dengan Kamboja.

Situasi semakin memburuk sejak konfrontasi pada Mei yang menewaskan seorang tentara Kamboja, dengan sentimen nasionalis yang mengobarkan ketegangan di kedua belah pihak, lansir Al Jazeera.

Sumber militer Thailand melaporkan korban jiwa terbanyak di Provinsi Si Sa Ket, di mana enam orang tewas dalam serangan di sebuah pom bensin. Setidaknya 14 orang lainnya menderita luka-luka di tiga provinsi perbatasan.

Pertempuran meningkat ketika pasukan Thailand melancarkan serangan udara terhadap posisi militer Kamboja, sementara Kamboja melaporkan jet-jet tempur Thailand mengebom jalan di dekat kuil bersejarah Preah Vihear.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, mengonfirmasi pertempuran yang sedang berlangsung di setidaknya enam wilayah perbatasan. Bentrokan awal hari Kamis terjadi di dekat Kuil Ta Muen Thom kuno di perbatasan antara Provinsi Surin, Thailand, dan Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyatakan bahwa meskipun bangsanya secara konsisten mengupayakan solusi damai, "kami tidak punya pilihan selain merespons agresi bersenjata dengan kekuatan bersenjata".

Sebelumnya pada Kamis, Kamboja menurunkan hubungan diplomatik dengan Thailand ke level terendah, mengusir duta besar Thailand dan menarik semua staf kedutaan Kamboja dari Bangkok. Tindakan ini menyusul penarikan duta besar Thailand dan pengusiran duta besar Kamboja pada Rabu sebagai protes atas ledakan ranjau darat yang melukai lima tentara Thailand.

Terkait konfrontasi awal hari Kamis, militer Thailand melaporkan telah mendeteksi sebuah pesawat nirawak sebelum melihat enam tentara Kamboja bersenjata mendekati posisi Thailand. Meskipun tentara Thailand telah berupaya meredakan situasi, pasukan Kamboja diduga melepaskan tembakan terlebih dahulu.  (haninmazaya/arrahmah.id)