Memuat...

Korban Tewas di Gaza Capai 69.179, Tiga Warga Palestina Tewas dalam 24 Jam Terakhir

Zarah Amala
Selasa, 11 November 2025 / 21 Jumadilawal 1447 10:30
Korban Tewas di Gaza Capai 69.179, Tiga Warga Palestina Tewas dalam 24 Jam Terakhir
Korban Tewas di Gaza Capai 69.179, Tiga Warga Palestina Tewas dalam 24 Jam Terakhir

GAZA (Arrahmah.id) - Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan tiga warga Palestina tewas dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah kematian sejak Oktober 2023 mencapai 69.179, Senin (10/11/2025).

Satu orang tewas di lokasi, satu mayat berhasil dievakuasi dari reruntuhan, dan satu lainnya meninggal akibat luka-luka. Selain itu, tiga orang lainnya dilaporkan terluka, sehingga total korban luka mencapai 170.693.

Pesawat 'Israel' mengebom beberapa bangunan hunian di timur kawasan Al-Tuffah, Kota Gaza. Kementerian Kesehatan menyatakan banyak mayat masih tertimbun reruntuhan dan di sepanjang jalan, sementara tim ambulans dan pertahanan sipil tidak dapat menjangkaunya.

Pembunuhan yang Direncanakan

Kelompok pengawas hak asasi Euro-Med Human Rights Monitor menyatakan 'Israel' terus melakukan “pembunuhan yang direncanakan” terhadap warga sipil Palestina meski sudah sebulan sejak gencatan senjata 10 Oktober. Rata-rata delapan warga Palestina tewas setiap hari akibat blokade komprehensif, kelaparan yang disengaja, penolakan perawatan medis, dan penghalangan bantuan kemanusiaan.

Organisasi itu menambahkan bahwa pelanggaran gencatan senjata juga terjadi melalui serangan udara dan artileri, tembakan, serta penghancuran rumah dan bangunan, terutama di timur Khan Yunis dan Kota Gaza. Selama sebulan terakhir, 242 warga Palestina tewas, termasuk 85 anak-anak, dengan 619 lainnya terluka.

Jurnalis Terbunuh

Sebuah laporan baru dari Freedoms Committee of the Palestinian Journalists Syndicate menyebut 44 jurnalis Palestina tewas di tenda pengungsian, dari lebih 250 jurnalis yang tewas antara Oktober 2023 dan Oktober 2025. Laporan tersebut menyoroti serangan sistematis terhadap infrastruktur media di Gaza, termasuk penghancuran kantor berita dan pembunuhan jurnalis di rumah, tempat kerja, dan tempat penampungan sementara.

Sejak 7 Oktober 2023, militer 'Israel', dengan dukungan Amerika Serikat, melancarkan kampanye militer yang menewaskan lebih dari 69.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 170.000 lainnya. Mayoritas penduduk mengungsi, dan infrastruktur mengalami kerusakan yang belum pernah terjadi sejak Perang Dunia II.

Selain serangan militer, blokade 'Israel' menyebabkan kelaparan buatan manusia, menewaskan ratusan warga Palestina, terutama anak-anak, dengan ratusan ribu lainnya dalam risiko. Meskipun mendapat kecaman internasional, sedikit yang dilakukan untuk menahan 'Israel'. Saat ini 'Israel' sedang diselidiki untuk genosida oleh Mahkamah Internasional, sementara pelaku yang dituduh termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional. (zarahamala/arrahmah.id)