Memuat...

KPK Dalami Unsur Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh

Ameera
Selasa, 28 Oktober 2025 / 7 Jumadilawal 1447 06:56
KPK Dalami Unsur Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh
KPK Dalami Unsur Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh

JAKARTA (Arrahmah.id) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa hingga kini lembaganya masih berada pada tahap penyelidikan dan berfokus mencari unsur peristiwa pidana dalam proyek tersebut.

“Ini masih di tahap penyelidikan, jadi masih fokus untuk mencari keterangan-keterangan terkait unsur-unsur dugaan tindak pidana korupsi, unsur-unsur peristiwanya, peristiwa adanya dugaan tindak pidana korupsinya,” kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (27/10/2025).

Budi menegaskan, penyelidikan kasus ini sudah dimulai sejak awal tahun 2025 dan masih terus berproses. Sejumlah pihak yang mengetahui proyek Whoosh telah dan akan terus dimintai keterangan untuk memperkuat bahan penyelidikan.

“Ini masih terus berprogres, artinya sudah dimulai sejak awal tahun, dan tentunya masih berjalan. Kita sama-sama tunggu perkembangannya seperti apa, dan mari kita kawal. Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki data atau informasi yang bisa mendukung penanganan perkara ini untuk menyampaikannya ke KPK,” ujar Budi.

Meski belum menyebut nama-nama pihak yang berpotensi menjadi tersangka, penyelidikan KPK ini memunculkan sorotan publik karena proyek Whoosh merupakan salah satu proyek strategis nasional era Presiden Jokowi, yang juga melibatkan peran penting sejumlah pejabat, termasuk mantan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

Terpisah, mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa prinsip utama dari pembangunan transportasi massal bukanlah untuk mencari keuntungan finansial.

“Prinsip dasar transportasi massal, transportasi umum itu adalah layanan publik. Ini kita juga harus ngerti. Bukan mencari laba. Jadi sekali lagi, transportasi umum, transportasi massal itu tidak diukur dari laba,” tegas Jokowi, dikutip dari ANTARA, Senin, 27 Oktober 2025.

Proyek kereta cepat Whoosh sendiri menjadi salah satu simbol ambisi modernisasi transportasi Indonesia, namun juga menuai kritik akibat pembengkakan biaya dan dugaan ketidakefisienan dalam pelaksanaannya.

Kini, publik menantikan langkah KPK selanjutnya dalam mengusut kemungkinan adanya tindak pidana korupsi di balik proyek strategis tersebut.

(ameera/arrahmah.id)