Memuat...

Ledakan Guncang Masjid SMAN 72 Jakarta, 20 Orang Jadi Korban, Polisi Temukan Senjata dan Bom Molotov

Ameera
Jumat, 7 November 2025 / 17 Jumadilawal 1447 16:43
Ledakan Guncang Masjid SMAN 72 Jakarta, 20 Orang Jadi Korban, Polisi Temukan Senjata dan Bom Molotov
Ledakan Guncang Masjid SMAN 72 Jakarta, 20 Orang Jadi Korban, Polisi Temukan Senjata dan Bom Molotov

JAKARTA (Arrahmah.id) -  Suasana Salat Jumat di Masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, berubah mencekam setelah terjadi ledakan hebat pada Jumat (7/11/2025) siang. Sedikitnya 20 orang menjadi korban, terdiri atas 15 siswa dan 5 staf pengajar sekolah.

Ledakan terjadi saat khutbah Jumat tengah berlangsung. Kepulan asap tebal langsung menyelimuti area masjid dan membuat para jemaah panik. Sejumlah korban terlihat berlumuran darah dan segera dievakuasi menggunakan lima unit ambulans menuju rumah sakit terdekat.

Polisi tiba beberapa menit setelah kejadian dan langsung melakukan penyisiran di area sekolah.

Dalam penyisiran tersebut, aparat menemukan dua senjata api rakitan, masing-masing berbentuk pistol glock dan senapan AK-47, serta beberapa bom molotov.

Tak hanya itu, polisi juga berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku yang kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara.

Menurut informasi awal, terduga pelaku bukan siswa SMAN 72 maupun warga sekitar sekolah.

Dari foto dan video yang beredar, tampak karpet masjid berantakan dan beberapa siswa mengalami luka serius. Ledakan diduga berasal dari sound system yang digunakan di lokasi, meski hal ini masih diselidiki pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budhi Hermanto membenarkan adanya ledakan tersebut.

“Iya, benar ada ledakan. Ada informasi dua korban dibawa ke rumah sakit. Ini masih didalami sumber ledakannya,” ujarnya kepada wartawan.

Budhi menambahkan, ledakan itu terjadi di area sekolah, tepatnya di masjid SMAN 72 Jakarta.

“SMA, ada masjid, di sekitar situ. Saya belum tahu persis waktunya,” katanya.

Hingga kini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber ledakan dan motif di balik peristiwa tragis tersebut.

Area sekolah sementara ditutup untuk umum demi kepentingan penyelidikan.

(ameera/arrahmah.id)