Memuat...

Lembaga “Hind Rajab” Desak ICC Tangkap Enam Jenderal “Israel” Pembunuh Jurnalis Gaza

Samir Musa
Rabu, 13 Agustus 2025 / 20 Safar 1447 07:51
Lembaga “Hind Rajab” Desak ICC Tangkap Enam Jenderal “Israel” Pembunuh Jurnalis Gaza
Direktur lembaga HAM Hind Rajab, Dhiab Abu Jahjah (aljazeera)

GAZA (Arrahmah.id) – Direktur lembaga HAM Hind Rajab, Dhiab Abu Jahjah, menegaskan bahwa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) harus mengambil langkah nyata dan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembunuhan para jurnalis Al Jazeera di Gaza, termasuk Anas Asy-Syarif, Muhammad Quraiqa, dan rekan-rekan mereka.

Jurnalis Anas al-Sharif beserta empat rekannya yang gugur dalam serangan udara 'Israel' (Al Jazeera)

Dalam keterangannya kepada Al Jazeera, Abu Jahjah mengungkapkan bahwa lembaganya telah mengajukan gugatan ke ICC terhadap para pembunuh jurnalis Al Jazeera di Gaza, sekaligus menuntut keadilan bagi jurnalis lainnya yang turut menjadi korban. Lembaga tersebut menuding enam komandan militer “Israel” bertanggung jawab atas kematian Anas dan rekan-rekannya, di antaranya Kepala Staf Militer “Israel” Eyal Zamir.

Ia juga meminta ICC menambahkan kasus penargetan sistematis terhadap jurnalis—yang merupakan kejahatan perang—ke dalam berkas tuntutan yang sudah ada terhadap Perdana Menteri “Israel” Benjamin Netanyahu.

“Pendudukan ‘Israel’ tidak menyangkal bahwa mereka menargetkan Anas dan rekan-rekannya dengan tujuan membunuh,” ujar Abu Jahjah. Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin tanggung jawab hanya dibebankan pada level politik, sehingga mereka telah mendokumentasikan seluruh rantai eksekusi pembunuhan tersebut, mulai dari drone yang meluncurkan serangan, pangkalan udara “Israel” tempat kendali operasi, hingga pejabat tertinggi militer yang memberi perintah.

Abu Jahjah menegaskan bahwa terdapat tanggung jawab pidana pada para perwira “Israel” yang telah disebutkan namanya dalam gugatan yang diajukan Hind Rajab.

Ia juga menyoroti isu provokasi “Israel” terhadap jurnalis di Gaza, menyebut juru bicara militer “Israel” berbahasa Arab, Avichay Adraee, memainkan peran penting dalam menciptakan atmosfer yang memfasilitasi terjadinya pembunuhan, yang menurutnya merupakan bagian dari kejahatan tersebut.

Terkait prospek hukum atas kejahatan “Israel”, Abu Jahjah menegaskan bahwa ICC tidak bisa mengabaikan bukti-bukti dan pengakuan pihak “Israel” mengenai pembunuhan Anas dan rekan-rekannya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Hind Rajab berupaya mengejar para penjahat perang “Israel” melalui pengadilan nasional di berbagai negara, termasuk memantau perjalanan mereka dan para kolaboratornya ke luar negeri.

(Samirmusa/arrahmah.id)