ACEH TENGAH (Arrahmah.id) - Bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Aceh Tengah menyebabkan sembilan warga dilaporkan meninggal dunia.
Longsor terjadi di empat titik berbeda dan hingga Kamis (27/11), dua warga lainnya masih hilang karena tertimbun material tanah.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengatakan proses pencarian korban masih terkendala minimnya alat berat di lokasi bencana.
"Ada empat titik longsor yang mengakibatkan meninggal dunia masyarakat kami berjumlah 9 orang. Ada dua lagi yang belum bisa kami evakuasi karena kekurangan alat. Alat yang kami butuhkan hari ini adalah wheel loader, kemudian ekskavator," ujarnya kepada wartawan.
Selain menelan korban jiwa, longsor juga mengakibatkan akses menuju Aceh Tengah terputus. Menurut Haili Yoga, seluruh jalur utama yang menghubungkan Aceh Tengah dengan kawasan lain tidak dapat dilewati kendaraan.
"Aceh Tengah hari ini memang tidak bisa lagi diakses jalan pertama ke Bireun ini longsor daerah kami sudah tertutup," katanya.
Ia menambahkan, jalur dari Kabupaten Bener Meriah serta akses dari Nagan Raya juga lumpuh akibat longsor dan banjir.
“Semuanya tidak bisa lagi dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat,” tambahnya.
Di sisi lain, bencana hidrometeorologi di Aceh juga merenggut korban di wilayah lain. Sebelumnya dua warga Aceh Utara meninggal dunia akibat banjir.
Dengan demikian, total korban jiwa yang telah tercatat di Provinsi Aceh mencapai 11 orang meninggal dunia dan dua lainnya masih hilang.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait kini terus berupaya melakukan evakuasi korban serta menormalkan kembali akses vital yang menghubungkan Aceh Tengah dengan daerah sekitar.
(ameera/arrahmah.id)
