GAZA (Arrahmah.id) - Media 'Israel' menayangkan kembali rekaman lama yang memperlihatkan momen perwira 'Israel' Roman Gofman, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai kepala badan intelijen Mossad, kabur dari pertempuran melawan pejuang perlawanan Palestina pada peristiwa Banjir Al-Aqsha pada 7 Oktober 2023.
Cuplikan yang beredar menunjukkan Gofman melepaskan tembakan saat bentrokan terjadi di persimpangan Sha’ar HaNegev, dekat permukiman Sderot yang berada dalam kawasan yang disebut “Gaza Envelope”. Setelah kontak senjata awal, ia tampak mundur, berlari meninggalkan area tersebut dalam kondisi terpapar tembakan.
Menurut laporan media 'Israel' , Gofman terluka dalam bentrokan tersebut dan kemudian dipindahkan ke Pusat Medis Barzilai di Ashkelon untuk mendapatkan perawatan. Saat itu ia berpangkat Brigadir Jenderal dan menjabat sebagai komandan pangkalan Tze’elim. Ia kemudian menjadi sekretaris militer bagi Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu.
Gofman, yang kini berpangkat Mayor Jenderal, kembali menjadi sorotan media 'Israel' setelah Netanyahu mengumumkan penunjukannya, Kamis lalu (4/12/2025), sebagai kepala Mossad berikutnya, badan intelijen luar negeri 'Israel'. Ia dijadwalkan menggantikan David Barnea, yang masa jabatannya berakhir pada Juni 2026.
Kantor Netanyahu mengonfirmasi dalam pernyataan pengangkatan tersebut bahwa Gofman mengalami “luka serius” saat bentrok dengan para pejuang Gerakan Perlawanan Palestina Hamas di sekitar Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.
Keputusan pengangkatan Gofman, yang masih memerlukan persetujuan Komite Penasihat untuk Pengangkatan Senior, telah memicu protes dan polemik di dalam tubuh lembaga keamanan 'Israel'.
Sejumlah pejabat keamanan dilaporkan menyoroti kurangnya pengalaman Gofman di bidang intelijen sebagai kekhawatiran utama. Selain itu, Channel 13 Israel menyebut bahwa penunjukan ini berpotensi memicu gelombang pengunduran diri di lingkungan aparat keamanan. (zarahamala/arrahmah.id)
