Memuat...

Media Resmi “Israel” Ungkap Rencana Serangan Baru ke Gaza: “Tinggal Menunggu Waktu”

Samir Musa
Ahad, 23 November 2025 / 3 Jumadilakhir 1447 17:51
Media Resmi “Israel” Ungkap Rencana Serangan Baru ke Gaza: “Tinggal Menunggu Waktu”
Media Resmi “Israel” Ungkap Rencana Serangan Baru ke Gaza: “Tinggal Menunggu Waktu”

TEL AVIV (Arrahmah.id) — Lembaga penyiaran resmi “Israel” melaporkan bahwa sejumlah menteri dalam kabinett memperkirakan kemungkinan dilakukannya operasi militer baru di Jalur Gaza dalam waktu dekat. Penilaian tersebut disampaikan berdasarkan informasi dari sumber politik yang tidak disebutkan namanya.

Menurut laporan itu, para menteri menilai bahwa “meningkatnya kemampuan Hamas di Gaza dapat menjadikan operasi militer baru sebagai langkah yang tidak dapat dihindari”. Evaluasi tersebut dipresentasikan dalam rapat kabinett pekan lalu setelah lembaga-lembaga keamanan “Israel” memaparkan perkembangan situasi di Gaza, termasuk apa yang mereka sebut sebagai “peningkatan kapabilitas Hamas dan penolakannya menyerahkan senjata”.

Seorang pejabat senior “Israel” juga menyatakan bahwa “Israel akan bergerak secara militer jika Amerika Serikat gagal merumuskan mekanisme yang mampu menjamin pelucutan senjata Hamas”.

Gencatan Senjata Dianggap Rawan, tetapi Tidak Akan Runtuh

Di tengah meningkatnya ketegangan akibat sejumlah pelanggaran, laporan lembaga tersebut mengungkapkan bahwa perkiraan internal “Israel” menunjukkan gencatan senjata yang berlaku di Gaza tidak akan runtuh dalam waktu dekat. Menurut lembaga itu, Hamas tidak berupaya menggagalkan kesepakatan, tetapi meminta para mediator menekan “Israel” agar mematuhi isi perjanjian.

Sumber Palestina yang dikutip lembaga penyiaran menyebut bahwa Hamas memiliki “kepentingan untuk mencapai tahap kedua dari kesepakatan gencatan senjata”. Delegasi Hamas dikabarkan akan segera menuju Kairo untuk membahas perkembangan terbaru di Gaza.

Gencatan Senjata Mengakhiri Serangan Genosida, Tetapi Pelanggaran Berlanjut

Kesepakatan gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada 10 Oktober 2024, mengakhiri serangan genosida yang dilancarkan “Israel” sejak 7 Oktober 2023. Serangan tersebut mengakibatkan lebih dari 69 ribu warga Palestina gugur dan lebih dari 170 ribu lainnya luka-luka, serta menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil di Jalur Gaza.

Meski demikian, “Israel” terus melakukan berbagai pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut dan menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa dan luka. “Israel” juga masih memberlakukan pembatasan ketat terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza.

Dalam pernyataannya pada Sabtu kemarin, Hamas menilai perluasan wilayah kontrol yang dilakukan oleh tentara pendudukan sebagai “pelanggaran serius terhadap gencatan senjata”. Hamas meminta para mediator dan pemerintah Amerika Serikat untuk mengambil langkah guna menghentikan upaya “Israel” merusak jalur kesepakatan.

(Samirmusa/arrahmah.id)