Memuat...

Menteri 'Israel' Taruh Buaya di Sekeliling Penjara Warga Palestina

Hanoum
Sabtu, 3 Januari 2026 / 14 Rajab 1447 09:35
Menteri 'Israel' Taruh Buaya di Sekeliling Penjara Warga Palestina
Petugas IPS mengunjungi peternakan buaya Hamat Gader untuk belajar tentang buaya, 1 Januari 2026. [Foto: The Jerusalem Post]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Menteri Keamanan Nasional 'Israel', Itamar Ben-Gvir, dilaporkan mengajukan proposal untuk kompleks tahanan yang akan dikelilingi buaya hidup. Menteri sayap kanan yang dicap sebagai penjahat perang ini menginginkan adanya intimidasi terhadap para tahanan Palestina dengan dalih pencegahan pelarian.

Rencana ini mencerminkan arah sistem penjara 'Israel' yang semakin represif, khususnya dalam perlakuan terhadap tahanan Palestina.

Menurut saluran televisi Israel i24 (2/2/2026), sebuah delegasi dari Dinas Penjara 'Israel', yang dipimpin oleh wakil komisaris, melakukan kunjungan lapangan pada Kamis (1/2) ke sebuah peternakan buaya di daerah Hammat Gader.

Para pejabat menggambarkan kunjungan tersebut sebagai kunjungan edukatif. Mereka mengatakan bahwa kunjungan tersebu itu bertujuan untuk memahami bagaimana buaya ditangani sebagai persiapan untuk proyek penjara yang diusulkan.

Di bawah visi Ben-Gvir, penjara tersebut akan sengaja dikelilingi oleh buaya, yang semakin memperkuat sistem penjara 'Israel' sebagai mekanisme paksaan psikologis dan fisik terhadap warga Palestina.

Laporan itu mengungkap jika ide tersebut terinspirasi oleh model penjara yang dibangun di Everglades Florida yang dikaitkan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Di kompleks tersebut, buaya dijadikan sebagai 'alat pencegahan' untuk melarikan diri, sehingga menghilangkan kebutuhan akan tembok perimeter konvensional.

Proposal tersebut dilaporkan diangkat selama pertemuan sebelumnya antara Ben-Gvir dengan Komisioner Layanan Penjara Kobi Yaakobi, menyusul klaim peningkatan upaya pelarian oleh para tahanan.

Kunjungan para pejabat 'Israel' baru-baru ini ke peternakan buaya digambarkan sebagai langkah awal untuk menilai kelayakan penggunaan buaya sebagai bagian dari keamanan penjara.

Perkembangan ini terjadi di tengah peningkatan tindakan yang menargetkan tahanan Palestina. Knesset baru-baru ini juga menyetujui, dalam pembacaan pertama, rancangan undang-undang yang akan memungkinkan eksekusi terhadap para tahanan Palestina.

Rancangan undang-undang tersebut, yang diajukan oleh anggota parlemen Otzma Yehudit Limor Son Har-Melech, disahkan dengan 36 suara mendukung dan 15 menentang. RUU kemudian diajukan ke komite parlemen sebelum pembacaan kedua dan ketiga.

Selama sesi tersebut, Ben-Gvir tampak mengenakan lencana berbentuk jerat, menandakan dukungannya terhadap hukuman mati.“Kami menginginkan jerat, guillotine, atau kursi listrik... hukuman mati untuk teroris,” kata menteri yang kerap disebut sebagai ekstremis itu.

Upaya untuk mengelilingi tahanan dengan buaya, bersamaan dengan kebijakan baru untuk memberlakukan eksekusi, menunjukkan pergeseran menuju hukuman berbasis tontonan dan dehumanisasi sistematis.

Langkah-langkah ini memperdalam pelanggaran terhadap tahanan Palestina dan semakin mengikis klaim kepatuhan terhadap standar hukum dan kemanusiaan internasional yang tersisa. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

HeadlineIsraelPalestinapenjarabuayaItamar Ben-Gvir