TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Seorang perwira cadangan dari Brigade Givati mengakhiri hidupnya pada hari Kamis (4/12/2025) setelah mengalami tekanan psikologis berat terkait keterlibatannya dalam perang Gaza, menurut media berbahasa Ibrani.
Tentara Lituania-Israel, Tomas Adzgauskas (28), seperti dilansir Middle East Monitor (5/12), sebeum kematiannya sempat menulis pesan di media sosialnya. Berikut isinya:
"Saya melakukan hal-hal yang tidak dapat dimaafkan."
"7 Oktober, tanggal yang menghancurkan hidup saya dan menghancurkan semua yang saya miliki."
"Saya tidak bisa lagi, saya adalah kehancuran dan kehancuran... Saya melakukan hal-hal yang tidak dapat dimaafkan, dan saya tidak dapat hidup dengannya lagi. Lagipula tidak ada yang mengerti saya."
"Ada iblis di dalam diri saya yang telah mengejar saya sejak 7.10. Tolong lupakan saya dan ingatlah Tomas yang merupakan seorang perwira dan komandan penembak jitu."
"Bahwa Tomas meninggal pada tanggal 7; saya hanyalah jiwa yang mencari kedamaian. Untuk dua bertahun-tahun sekarang saya belum bisa hidup dengan diri saya sendiri.”
Pada akhir Oktober lalu, data resmi Israel mengungkapkan 279 upaya bunuh diri di kalangan tentara selama periode 18 bulan, di mana 36 tentara tewas karena bunuh diri. (hanoum/arrahmah.id)
