Memuat...

Muhammadiyah Luncurkan 105 Dapur Gizi untuk Anak Bangsa

Ameera
Selasa, 28 Oktober 2025 / 7 Jumadilawal 1447 17:23
Muhammadiyah Luncurkan 105 Dapur Gizi untuk Anak Bangsa
Muhammadiyah Luncurkan 105 Dapur Gizi untuk Anak Bangsa

SURAKARTA (Arrahmah.id) - Muhammadiyah resmi meluncurkan 105 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM).

Peluncuran dilakukan pada Jumat (24/10) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Menurut Haedar, program MBM bukan sekadar kegiatan memberi makan, melainkan bagian dari upaya menyehatkan dan meningkatkan gizi anak bangsa secara menyeluruh.

Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah.

“Program ini relevan dengan semangat Muhammadiyah untuk menyehatkan kehidupan putra dan putri bangsa. Bahkan di beberapa sekolah sudah ada praktik baik makan bergizi, meskipun umumnya masih berbayar. Muhammadiyah ingin menjangkau yang belum tersentuh, terutama di kawasan terjauh dan tertinggal,” ujar Haedar.

Ia menilai, Program MBG merupakan bentuk political will yang baik dari pemerintah, sehingga Muhammadiyah merasa perlu berada di garda terdepan dalam implementasinya.

Meski demikian, Muhammadiyah sebenarnya telah lebih dulu menginisiasi gerakan serupa dalam lingkup amal usaha pendidikan dan sosialnya.

“Semangatnya sama, yaitu bersama-sama meningkatkan gizi anak bangsa. Supaya anak-anak kita tumbuh tinggi, sehat, dan cerdas,” tambahnya.

Haedar menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang sehat merupakan pondasi bagi kemajuan bangsa. Karena itu, program MBM menjadi bagian penting dari kontribusi Muhammadiyah untuk mencetak generasi unggul di masa depan.

“Ini alasan mendasar mengapa PP Muhammadiyah mengambil bagian dalam program ini dan bekerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Terkait tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program, Haedar meminta agar terus dilakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Menurutnya, setiap gerakan sosial harus disertai semangat memperbaiki diri agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Koordinator Nasional (Kornas) MBM, M. Nurul Yamien, menjelaskan bahwa 105 dapur gizi yang diluncurkan Muhammadiyah terdiri dari beberapa model, seperti model kampus, sekolah, panti asuhan, dan umum.

Dari total tersebut, sekitar 30 dapur SPPG beroperasi di lingkungan sekolah Muhammadiyah.

“Harapan kami, langkah strategis ini dapat diimplementasikan lebih luas untuk meningkatkan gizi anak-anak bangsa dan memperkuat ketahanan generasi muda,” ujar Yamien.

Melalui program ini, Muhammadiyah menegaskan kembali komitmennya untuk membangun generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing, selaras dengan nilai-nilai dakwah dan kemanusiaan yang menjadi jantung gerakannya.

(ameera/arrahmah.id)