Memuat...

Mujahid: Kami Tidak Inginkan Perang dengan Pakistan

Hanin Mazaya
Sabtu, 3 Januari 2026 / 14 Rajab 1447 14:58
Mujahid: Kami Tidak Inginkan Perang dengan Pakistan
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Juru bicara Imarah Islam Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa mereka tidak mengharapkan perang dengan Pakistan berdasarkan kebijakan hubungan bertetangga yang baik.

Dalam sebuah wawancara dengan seorang jurnalis, Mujahid menyatakan bahwa konflik antara kedua negara tidak menguntungkan siapa pun dan telah berdampak negatif pada berbagai sektor.

Ia mengaitkan konflik Islamabad dengan Kabul dengan dua kemungkinan: kelompok-kelompok tertentu di Pakistan diarahkan oleh negara lain untuk melancarkan perang ini, atau kelompok-kelompok ini mengharapkan Imarah Islam, setelah berkuasa, berada di bawah pengaruh Pakistan, lansir Tolo News (3/1/2026).

Zabihullah Mujahid mengatakan: "Ini bukan perang Pakistan. Perang ini didikte oleh pihak lain, dan mereka (para penyerang) bertindak sebagai tentara bayaran dan pembunuh bayaran. Atau bisa jadi mereka berasumsi, dan bahkan mempromosikan, gagasan bahwa Imarah Islam adalah perpanjangan dari Pakistan dan berada di bawah kendalinya. Pakistan mungkin percaya bahwa ini benar."

Mujahid menggambarkan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) sebagai masalah internal Pakistan, dengan mengatakan bahwa kelompok tersebut memiliki zona dan pusat operasional di dalam Pakistan.

Ia menambahkan: "Mereka memiliki basis di dalam Pakistan, zona komando untuk operasi mereka, wilayah di bawah kendali mereka, dan dominasi penuh di sana. Jadi, mereka tidak perlu datang ke Afghanistan."

Juru bicara Imarah Islam itu juga menekankan bahwa selama perang 20 tahun, tidak ada negara yang memberikan dukungan kepada mereka. Ia menekankan bahwa Imarah Islam tidak berhutang budi kepada kekuatan asing mana pun dan bahwa perang tersebut sepenuhnya terjadi di dalam Afghanistan di berbagai provinsi.

Ia menyatakan: "Pertama, perang kami tidak berasal dari negara asing mana pun. Perjuangan Afghanistan selama 20 tahun dilakukan dari dalam tanahnya sendiri. Kami berperang di setiap provinsi, Faryab, Kunduz, Badakhshan, Herat, Kandahar, Helmand, dan di seluruh negeri. Ini berarti perang itu meluas dan berakar pada rakyat, dan tidak ada negara yang memberikan bantuan kepada kami."

Komentar Mujahid muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Kabul dan Islamabad. Sementara itu, sejumlah ulama dan tokoh politik, dalam diskusi virtual, menyerukan dimulainya kembali pembicaraan antara kedua negara untuk membangun kembali kepercayaan dan memfasilitasi upaya kemanusiaan di perbatasan. (haninmazaya/arrahmah.id)

PakistanHeadlineImarah Islam Afghanistan