Memuat...

Netanyahu Kirim Sinyal Politik lewat Serangan Baru di Gaza

Zarah Amala
Jumat, 21 November 2025 / 1 Jumadilakhir 1447 10:00
Netanyahu Kirim Sinyal Politik lewat Serangan Baru di Gaza
Netanyahu Kirim Sinyal Politik lewat Serangan Baru di Gaza

GAZA (Arrahmah.id) - Gencatan senjata di Jalur Gaza menghadapi tekanan serius menyusul serangan udara 'Israel' yang berulang dalam beberapa hari terakhir. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 34 warga Palestina pada Rabu (19/11/2025), sebelum 'Israel' kembali melancarkan serangan baru pada Kamis (20/11).

Pengamat urusan 'Israel', Muhannad Mustafa, mengatakan bahwa serangan tersebut bertujuan melemahkan struktur militer Hamas, sekaligus mengirim pesan politik internal bahwa 'Israel' “menentukan kepentingannya sendiri” di tengah tekanan Amerika Serikat.

Menurut Mustafa, 'Israel' berupaya meneguhkan kontrolnya atas Gaza dan membuka jalan bagi kemungkinan operasi militer lanjutan terhadap Hamas jika upaya pelucutan senjata melalui kekuatan internasional tidak tercapai.

Serangan terbaru dilakukan setelah 'Israel' mengklaim menargetkan para komandan Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas. Gerakan Hamas menuduh Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu berusaha melanjutkan “pembantaian dan genosida” di Gaza.

Sementara itu, analis politik Palestina Iyad al-Qarra mengatakan 'Israel' menggunakan dalih pembunuhan komandan al-Qassam untuk membenarkan eskalasi. Ia menegaskan bahwa perlawanan tetap menjaga disiplin di “zona kuning” yang memisahkan wilayah kontrol Hamas dari zona penyangga yang dikuasai militer 'Israel'.

Hamas menuduh 'Israel' melakukan pelanggaran perjanjian gencatan senjata dengan terus menggeser garis kuning ke arah barat, yang memicu perpindahan warga secara massal dan melanggar peta yang telah disepakati.

Zona kuning dan area penyangga yang dikuasai 'Israel' mencakup sekitar 53 persen wilayah Gaza dan ditandai dengan blok beton berwarna kuning.

Al-Qarra menambahkan bahwa opsi Palestina terbatas oleh situasi lapangan dan tekanan mediator internasional. Ia mengatakan pihak Palestina mendorong para mediator agar menekan 'Israel' untuk mematuhi perjanjian dan memasuki fase kedua.

Di sisi lain, mantan pejabat kampanye Presiden AS Donald Trump, Rob Arlett, menyatakan bahwa Washington berupaya menjaga keberlangsungan gencatan senjata dan mendorong kesepakatan menuju perdamaian berkelanjutan. Ia mengatakan AS menginginkan kekuatan internasional mengawasi implementasi kesepakatan tanpa keterlibatan langsung pasukan Amerika.

Arlett menambahkan bahwa pemerintahan Trump menekan 'Israel' untuk menghentikan kekerasan dan memastikan perjanjian gencatan senjata berjalan ke tahap berikutnya. (zarahamala/arrahmah.id)