Memuat...

New York Times: Militer AS Gunakan Drone di Gaza untuk Pantau 'Israel' dan Hamas

Zarah Amala
Sabtu, 25 Oktober 2025 / 4 Jumadilawal 1447 10:30
New York Times: Militer AS Gunakan Drone di Gaza untuk Pantau 'Israel' dan Hamas
Rubio (tengah) saat kunjungannya ke pusat koordinasi sipil-militer 'Israel' yang akan menerima informasi dari drone di atas Gaza (Reuters)

NEW YORK (Arrahmah.id) - The New York Times melaporkan bahwa militer Amerika Serikat telah mulai mengoperasikan pesawat nirawak (drone) di atas wilayah Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memastikan bahwa baik 'Israel' maupun Hamas mematuhi ketentuan gencatan senjata yang sedang berlaku.

Menurut laporan tersebut, yang mengutip pejabat militer 'Israel' dan Amerika Serikat, drone digunakan untuk memantau pergerakan di dalam wilayah Gaza, dengan seizin pemerintah 'Israel'. Misi pengawasan itu disebut bertujuan mendukung operasi Pusat Koordinasi Sipil-Militer baru yang didirikan oleh Amerika Serikat.

Sumber-sumber di Washington menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump semakin khawatir bahwa Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dapat menarik diri dari kesepakatan tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Jumat (24/10/2025) mengatakan, sejumlah diplomat Amerika akan bekerja bersama perwira militer di pusat koordinasi baru yang berlokasi di 'Israel' selatan, guna memantau pelaksanaan gencatan senjata. Ia menegaskan bahwa Washington terus menekan Tel Aviv agar mematuhi perjanjian yang telah disepakati.

“Lebih banyak diplomat akan bekerja berdampingan dengan personel militer kami untuk memastikan proses pengawasan berjalan efektif,” ujar Rubio saat meninjau langsung fasilitas tersebut di 'Israel' selatan.

Pekan lalu, beberapa pejabat tinggi AS, termasuk Rubio dan Wakil Presiden J.D. Vance, berkunjung ke 'Israel' untuk menegaskan pentingnya menjaga gencatan senjata.

Sementara itu, situs Politico melaporkan pada Kamis (23/10) bahwa frustrasi meningkat di Gedung Putih terhadap pemerintah 'Israel', hanya dua pekan setelah kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku. Ketegangan tersebut dipicu oleh serangan balik 'Israel' di Gaza pada Ahad (19/10), serta keputusan Knesset untuk menyetujui rencana aneksasi Tepi Barat pada Rabu (22/10). (zarahamala/arrahmah.id)