Memuat...

Pakistan Bombardir Afghanistan, IIA Siap Serang Balik

Hanoum
Rabu, 26 November 2025 / 6 Jumadilakhir 1447 07:53
Pakistan Bombardir Afghanistan, IIA Siap Serang Balik
Lokasi serangan udara Pakistan di distrik Barmal dawal tahun ini. [Foto: AFP]

KHOST (Arrahmah.id) -- Pakistan melancarkan serangan udara di negara tetangganya, Afghanistan dan menewaskan sedikitnya 10 orang.

"Pasukan invasi Pakistan membombardir rumah seorang warga sipil setempat... Akibatnya, sembilan anak (lima anak laki-laki dan empat anak perempuan) dan seorang perempuan gugur di Provinsi Khost," tulis juru bicara pemerintah Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA), Zabihullah Mujahid di media sosial X, dilansir AFP (25/11/2025).

”Imarah Islam mengecam keras pelanggaran kedaulatan dan kejahatan yang terjadi. EImarah Islam berhak melindungi ruang udara, darat, dan rakyatnya. (Kami) akan merespons secara layak pada waktu yang tepat,” tambah Zabihullah.

Serangan udara pada Senin (24/11) malam waktu setempat yang menargetkan wilayah perbatasan Kunar dan Paktika tersebut, juga melukai empat warga sipil lainnya, tambah juru bicara IIA tersebut.

Serangan udara tersebut dilakukan menyusul serangan bom bunuh diri pada hari Senin (24/11) terhadap pasukan keamanan Pakistan di sebuah provinsi yang berbatasan dengan Afghanistan. Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Sebelumnya, ledakan bom bunuh diri lainnya di ibu kota Pakistan, Islamabad, bulan ini menewaskan 12 orang dan diklaim oleh Taliban Pakistan, kelompok yang memiliki ideologi yang sama dengan IIA.

Pemerintah Pakistan menyalahkan sel-sel militan yang "dibimbing di setiap langkah oleh... komando tinggi yang berbasis di Afghanistan" atas serangan di Islamabad tersebut.

Serangan-serangan bom di Pakistan tersebut terjadi menyusul baku tembak lintas perbatasan selama beberapa hari pada bulan Oktober lalu, yang berakhir dengan gencatan senjata yang rapuh.

Beberapa putaran negosiasi telah gagal mencapai kesepakatan yang solid, dengan ketidaksepakatan yang masih terjadi terkait keamanan di masing-masing negara. (hanoum/arrahmah.id)