ISLAMABAD (Arrahmah.id) -- Pakistan dan Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) saling tembak-menembak di sepanjang perbatasan mereka pada Jumat (5/12/2025) malam, kata para pejabat dari kedua negara, di tengah meningkatnya ketegangan menyusul kegagalan perundingan damai awal pekan ini.
Juru bicara IIA, Zabihullah Mujahid, seperti dilansir Reuters (6/12), mengatakan pasukan Pakistan melancarkan serangan di distrik Spin Boldak, provinsi Kandahar.
Seorang juru bicara Perdana Menteri Pakistan menuduh pasukan Afghanistan melakukan tembakan tak beralasan di sepanjang perbatasan Chaman.
"Pakistan tetap waspada sepenuhnya dan berkomitmen untuk memastikan integritas teritorialnya dan keselamatan warga negara kami," kata juru bicara Mosharraf Zaidi dalam sebuah pernyataan.
Pertukaran informasi ini terjadi dua hari setelah putaran baru perundingan damai antara kedua negara tetangga Asia Selatan tersebut berakhir tanpa terobosan, meskipun kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan gencatan senjata mereka yang rapuh.
Perundingan di Arab Saudi akhir pekan lalu merupakan yang terbaru dari serangkaian pertemuan yang diselenggarakan oleh Qatar, Turki, dan Arab Saudi yang bertujuan untuk meredakan ketegangan setelah bentrokan mematikan di perbatasan pada bulan Oktober.
Di inti perselisihan, Islamabad mengatakan militan yang berbasis di Afghanistan telah melakukan serangan baru-baru ini di Pakistan, termasuk bom bunuh diri yang melibatkan warga negara Afghanistan.
Kabul membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka tidak dapat bertanggung jawab atas keamanan di Pakistan.
Puluhan orang tewas dalam bentrokan bulan Oktober, kekerasan terburuk di perbatasan sejak IIA mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada tahun 2021. (hanoum/arrahmah.id)
