Memuat...

Pakistan - IIA Perpanjang Gencatan Senjata, Turki jadi Mediator

Hanoum
Sabtu, 1 November 2025 / 11 Jumadilawal 1447 05:31
Pakistan - IIA Perpanjang Gencatan Senjata, Turki jadi Mediator
Pakistan - IIA sepakat perpanjang gencatan senjata. [Foto: The Standard]

ISTANBUL (Arrahmah.id) -- Pakistan dan Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) sepakat memperpanjang gencatan senjata selama satu minggu ke depan setelah perundingan damai di Istanbul, Turki. Kesepakatan ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Turki pada Kamis (30/10/2025).

Dialog lanjutan akan digelar di Istanbul pada Kamis (6/11) mendatang.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis bersama Turki, Qatar, Pakistan, dan IIA, seluruh pihak sepakat membentuk mekanisme pemantauan dan verifikasi guna memastikan perdamaian terjaga serta memberikan sanksi terhadap pelanggar.

“Semua pihak berkomitmen menjaga gencatan senjata dan melanjutkan pembahasan detail implementasi dalam pertemuan mendatang,” demikian bunyi pernyataan, dikutip Al Jazeera (31/10).

Menurut Bloomberg, pertemuan di Istanbul diinisiasi setelah gencatan senjata awal tercapai pada 19 Oktober di Doha, hasil mediasi Qatar dan Turki.

Meski sempat gagal mencapai konsensus awal pekan ini, kedua pihak akhirnya sepakat menahan diri dan memperpanjang jeda kekerasan.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif mengatakan kepada Geo News bahwa keputusannya bertahan di Istanbul diambil atas permintaan mediator dari Qatar dan Turki.

“Pakistan memutuskan memberi perdamaian kesempatan lagi,” ujarnya.

Langkah ini dilakukan menyusul bentrokan mematikan di perbatasan kedua negara awal Oktober lalu.

Pertempuran terjadi setelah ledakan di Kabul yang dituding pemerintah IIA sebagai akibat serangan udara Pakistan.

Sebagai balasan, pasukan IIA mengklaim menewaskan 58 tentara Pakistan.

Islamabad menyebut telah menewaskan lebih dari 200 militan di sisi perbatasan Afghanistan.

Perang singkat itu menjadi yang paling serius sejak IIA kembali berkuasa di Kabul pada 2021.

Meski gencatan senjata berlaku, perbatasan utama kedua negara masih ditutup, menyebabkan ratusan truk pengangkut barang dan pengungsi tertahan di kedua sisi. (hanoum/arrahmah.id)