Memuat...

Pasca Penusukan pada 3 Orang, Polisi Spanyol Tembak Remaja yang Berteriak Takbir

Hanoum
Selasa, 25 November 2025 / 5 Jumadilakhir 1447 05:20
Pasca Penusukan pada 3 Orang, Polisi Spanyol Tembak Remaja yang Berteriak Takbir
Polisi mengamankan jalanan di kota Madrid. [Foto: Mirror]

MADRID (Arrahmah.id) -- Polisi Spanyol di ibu kota Madrid menggunakan taser dan menembak seorang remaja yang dilaporkan meneriakkan klaimat takbir "Allahu Akbar" kepada mereka setelah menikam tiga orang dalam sebuah serangan jalanan.

Tersangka, seorang warga Spanyol keturunan Maroko, seperti dilansir News18 (25/11/2025), juga mencoba menyerang polisi dan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an saat mereka mencoba menahannya.

Insiden itu terjadi pada Sabtu sore di distrik Puente de Vallecas. Polisi mengatakan Taser mereka gagal menghentikan remaja tersebut, sehingga memaksa petugas melepaskan tembakan. Ia dibawa ke Rumah Sakit Gregorio Maranon, di mana ia tetap dijaga ketat pada Ahad pagi.

Kekerasan dimulai sekitar pukul 14.00 di Jalan Martin Alvarez setelah polisi menerima laporan bahwa seorang pria berwajah Arab telah menikam tiga orang, menurut surat kabar Inggris, Express.

Para korban diidentifikasi sebagai seorang perempuan lanjut usia, seorang pria, dan seorang pria berusia 40 tahun yang menderita luka tusuk sepanjang dua inci di dadanya. Ketiganya dirawat karena luka-luka yang tidak digambarkan mengancam jiwa.

Beberapa jam kemudian, saudara laki-laki tersangka menghubungi pihak berwenang untuk melaporkan bahwa remaja tersebut telah mengunci diri di dalam apartemen dengan pisau besar dan bertindak agresif.

Polisi kemudian mengkategorikan situasi tersebut sebagai kemungkinan insiden teroris dan mengerahkan unit spesialis yang terlatih untuk demonstrasi dan operasi antiteror.

Petugas memasuki apartemen sekitar pukul 16.30 dan menyetrum tersangka dua kali, tetapi ia diduga menyerang mereka dengan pisau tersebut. Polisi kemudian melepaskan empat tembakan, mengenai paru-paru dan ginjalnya.

Serikat polisi Spanyol, JUPOL, kemudian mendukung para petugas, dengan mengatakan bahwa mereka telah bertindak proporsional untuk "menetralisir seorang pemuda radikal yang telah menyerang tiga orang lainnya".

Penyelidikan berlanjut pada hari Ahad dengan media Spanyol melaporkan bahwa meskipun kasus tersebut sedang diselidiki sebagai insiden teroris, tersangka juga diyakini berada di bawah pengaruh narkoba pada saat itu. (hanoum/arrahamah.id)